Singgung Filipina, Mendag Bongkar Ekspor RI Dikerjai Negara Lain

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 17:45 WIB
Dubes RI untuk Amerika Serikat, Muhammad Lutfi
Foto: Edi Wahyono: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan ekspor produk Indonesia kadang dikerjai negara lain. Bahkan, tak jarang yang melakukannya negara tetangga sendiri.

"Dalam perjalannya kita juga dikerjain banyak sama negara lain ekspor-ekspor kita. Yang paling menyakitkan adalah sebenarnya menurut hemat saya adalah negara-negara yang dekat dengan kita contohnya dengan Filipina," ungkap Lutfi dalam webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

Menurut Lutfi Filipina mengeluarkan kebijakan safeguard berupa bea masuk tindakan pengamanan perdagangan sementara (BMTPs) mulai 5 Januari 2021 lalu. Safeguard merupakan upaya melindungi produk lokal dari serbuan impor produk serupa yang dinilai mengancam kelangsungan industri dalam negeri.

Padahal, Filipina adalah salah satu negara tujuan ekspor mobil produksi di Indonesia. Aksi Filipina itu sekaligus menunjukkan bahwa ekspor Indonesia mampu bersaing di negara lain.

"Filipina itu sekarang membuat safeguard untuk industri mobilnya. Dalam hati ya karena ini forum terbuka sebenarnya industri mobil apa di sana yang kejadian itu balance of trade mereka menjadikan mungkin crowd account mereka kena juga karena kita mengekspor barang-barang berteknologi tinggi," paparnya.

Untuk itu, menurut Lutfi, Indonesia perlu tergabung dalam berbagai perjanjian perdagangan bebas agar bisa terhindar dari hambatan-hambatan mendadak seperti yang dilakukan Filipina tersebut.

"Nah untuk bisa membesarkan ekspor kita, kita juga mesti membuka pasar kita dan ini sudah ditunjukkan oleh negara-negara ketika mereka ikut perjanjian bebas IPP, perjanjian kita sekarang dengan RCEP, menunjukkan kita mesti jalan," tegasnya.

"Tugas saya di masa mendatang, kita mesti mempersiapkan agar Indonesia bisa menjadi pelaku di industri berteknologi tinggi," sambung mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.

(hns/hns)