Naik 2 Kali Lipat, Anggaran Kartu Prakerja 2021 Jadi Rp 20 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 16:30 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah menambah Rp 10 triliun anggaran program Kartu Prakerja. Dengan begitu, total anggaran program pelatihan ini menjadi Rp 20 triliun di tahun 2021.

Hal itu diungkapkannya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang realisasi APBN tahun 2020 termasuk realisasi PEN, dan pelaksanaan APBN tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (27/1/2021).

"Bapak presiden memutuskan program Prakerja dinaikkan dua kali lipat. Jadi tadinya Rp 10 triliun tahun ini, supaya disamakan dengan tahun lalu menjadi Rp 20 triliun. Jadi kita tambahkan Rp 10 triliun," kata Sri Mulyani.

Penambahan anggaran Kartu Prakerja ini, dikatakan Sri Mulyani masuk ke dalam anggaran tambahan pada program perlindungan sosial (perlinsos) yang sebesar Rp 36,6 triliun di tahun 2021.

Selain Kartu Prakerja, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pemerintah juga meningkatkan beberapa manfaat program perlinsos. Seperti melanjutkan pemberian subsidi kuota untuk sektor pendidikan, dikson listrik untuk pelanggan berkapasitas 450 VA dan 900 VA, serta penambahan besaran manfaat untuk program Kartu Sembako.

"Jadi ini masuk dan bantuan bansos tunai tambahan dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300 ribu per bulan," ungkapnya.

Pada tahun 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 533,1 triliun pada tahun 2021. Anggaran tersebut tersebar untuk klaster kesehatan Rp 104,70 triliun, klaster perlinsos sebesar Rp 150,96 triliun, klaster program prioritas Rp 141,36 triliun, klaster dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi sebesar Rp 156,06 triliun.

Besaran anggaran PEN di tahun ini tidak berbeda jauh dari tahun 2020 yang realisasinya sebesar Rp 579,78 triliun atau 83,4% dari total Rp 695,2 triliun.

(hek/eds)