3 Fakta Ridwan Kamil Minta PNS Jangan Nabung Dulu

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 18:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengajak pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan uangnya untuk membeli produk UMKM. Aksi itu dinilai sebagai bentuk bela negara di tengah pandemi COVID-19.

Berikut 3 faktanya:

1. PNS Diminta Tunda Nabung

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap PNS bisa menjadi pahlawan untuk menggenjot daya beli yang lesu lewat program kampanye bertajuk 'Borong Dong' pada bulan depan. Lagi pula, pegawai abdi negara itu dinilai pendapatannya tidak terdampak pandemi COVID-19.

"Yang terberat saat ini adalah daya beli, jadi daya beli ini terbagi dua yaitu menengah bawah tertekan maka bansos kita teruskan dengan berbagai cara. Yang kedua belanja menengah atas, ini terus kita kampanyekan salah satunya bulan depan saya launching agar rakyat Jawa Barat mau belanja, khususnya PNS ini kita punya ratusan ribu total yang tidak terpengaruh oleh pandemi COVID pendapatannya, saya bilang belanja adalah bela negara," katanya dalam webinar bertajuk 'Akselerasi Pemulihan Ekonomi', Selasa (26/1/2021).

2. PNS Diminta Borong Produk UMKM

Dia meminta selama krisis pandemi COVID-19 PNS menunda untuk menabung. Ridwan Kamil mau masyarakat menghabiskan uangnya sebanyak-banyaknya untuk membeli produk UMKM.

"Nggak usah nabung-nabung dulu, nabungnya nanti kalau sudah situasi normal, sekarang lagi krisis keluarkan tabungannya untuk belanja di UMKM dengan konsep 'Borong Dong," ucapnya.

3. Ridwan Kamil Minta Belanja Kerajinan Bali

Selain itu, Ridwan Kamil mengaku telah berkomitmen untuk membantu pariwisata Bali. Setelah kampanye 'Borong Dong' selesai, dia mau warga Jabar membeli produk kerajinan dari Bali sebagai bentuk solidaritas.

"Termasuk kita juga akan bertoleransi dengan provinsi Bali, kita akan bantu rakyat Jawa Barat membeli produk-produk kerajinan Bali sebagai bentuk solidaritas kita ke provinsi Bali yang pariwisatanya masih jauh dari pulih dibandingkan provinsi Jawa Barat," tuturnya.

(aid/ara)