Tanda-tanda Ekonomi RI Akan Pulih, Apa Saja?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 07:30 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah sepakat ekonomi Indonesia akan segera pulih dari pandemi COVID-19. Prediksi itu bahkan diperkuat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membeberkan sejumlah sinyal atau tanda-tanda ekonomi RI mulai pulih dari hantaman virus tersebut.

Sinyal pertama dapat dilihat dari Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang pada Desember 2020 berada di level 51,3. Menurut Jokowi itu menunjukkan industri mulai ekspansi.

"Purchasing Manager Indeks/PMI manufaktur yang sudah masuk ke zona ekspansi. Kita tahu di Desember 2020 kemarin mencapai angka pada posisi yang kembali normal seperti sebelum COVID yaitu angka 51,3," kata Jokowi dalam MGN SUMMIT 2021 ECONOMIC RECOVERY, Rabu (27/1/2021).

Lalu, Indeks Kepercayaan Konsumen pada Desember 2020 angkanya sebesar 96,5. Dijelaskannya, itu meningkat dari November 2020 di angka 92.

Di sisi ekspor juga datanya menunjukkan perbaikan ekonomi Indonesia. Sumbangan ekspor, terutama ekspor nikel dan tembaga juga meningkat signifikan, yang mana itu merupakan komoditas potensial untuk pengembangan industri lithium baterai.

Terakhir, Jokowi memaparkan bahwa sentimen positif juga tampak dari pasar keuangan, baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Antara lain tercermin dari IHSG yang sudah berada di level di atas 6.000 lagi dan nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran kurang lebih Rp 14 ribuan," sebutnya.

"Program-program pemulihan ekonomi yang telah memberikan berbagai hasil positif di tahun 2020 akan terus kita lanjutkan. Perekonomian yang saat ini menunjukkan sedikit perbaikan akan terus kita jaga," tambah Jokowi.

Ekonomi Indonesia 2021 bisa tembus 5,5%? Cek halaman selanjutnya>>>