Indonesia Pasar Layanan Pesan-Antar Makanan Nomor 1 di ASEAN

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 22:52 WIB
Ojol Antar Makanan Medan Grabfood
Ilustrasi/Foto: dok.detikFood
Jakarta -

Indonesia menjadi pasar layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Hal itu menurut laporan perusahaan konsultan Momentum Works berjudul Food Delivery Platforms in Southeast Asia.

"Indonesia memiliki pasar layanan pesan-antar terbesar di Asia Tenggara dengan GMV atau Gross Merchandise Volume sebesar US$ 3,7 miliar," ujar Chief Operating Officer Momentum Works, Yorlin Ng, dalam temu media virtual, dikutip dari Antara, Kamis (28/1/2021).

Total GMV atau Gross Merchandise Volume gabungan layanan pesan-antar makanan di enam negara besar Asia Tenggara mencapai 11,9 miliar dolar AS pada 2020. Posisi pertama Indonesia, diikuti Thailand (US$ 2,8 miliar), Singapura (US$ 2,4 miliar), Filipina (US$ 1,2 miliar), Malaysia (US$ 1,1 miliar) dan Vietnam (US$ 0,7 miliar).

Total GMV layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara mencapai 11,9 miliar dolar AS pada 2020, dengan pertumbuhan sebesar 183 persen tahun-ke-tahun. Tiga dari enam negara mencapai pertumbuhan lima kali lipat lipat untuk pengeluaran layanan makanan per kapita selama 20 tahun terakhir.

Faktor utama yang menjadikan Indonesia sebagai pasar layanan pesan-antar makanan terbesar di kawasan Asia Tenggara adalah besarnya populasi di negara ini yang mencapai 217 juta penduduk.

Meski demikian, menurut laporan Momentum Works, layanan pesan-antar makanan di Indonesia baru menyumbang kurang dari 1 persen dari pasar layanan makanan negara itu sendiri yang mencapai 61 miliar dolar AS pada 2019.

Walau hal tersebut menggambarkan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan layanan pesan-antar makanan di Indonesia, fakta ini juga mencerminkan kurangnya kesiapan pasar dalam mengadopsi layanan pesan-antar makanan di kota-kotatierkedua dan ketiga.

Pendapatan rumah tangga dan angka belanja konsumen untuk layanan makanan dan minuman di Indonesia termasuk yang terendah di kawasan Asia Tenggara, dengan infrastruktur yang masih tertinggal di berbagai kota.

Untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merambah ranah online, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) pada Oktober 2020 telah meluncurkan program Pelatihan Digital UMKM Indonesia.

(hns/hns)