Apple Jadi Merek Termahal di Dunia, Kalahkan Google dan Amazon

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 15:30 WIB
Raksasa teknologi Apple mencatatkan rekor baru. Perusahaan asal Cupertino, AS, itu kini memiliki valuasi sebesar US$ 2 triliun atau sekitar Rp 29.400 triliun (kurs Rp 14.700).
Foto: Getty Images
Jakarta -

Apple kembali dinobatkan sebagai merek termahal di dunia oleh Brand Finance, baik di peringkat AS maupun global. Kenaikan itu diduga dari kebijakan diversifikasi pada layanan digital dan langganan Apple.

Mengutip Apple Insider, Jumat (29/1/2021) setelah lima tahun tidak memegang gelar tersebut, akhirnya tahun ini Apple merebut kembali posisi teratasnya. Nilai merek Apple diperkirakan mencapai US$ 263,4 miliar setara Rp 3.700 triliun (kurs Rp 14.050).

Kabarnya, nilai itu naik 87% dalam nilai perkiraan tahun lalu. Perusahaan berhasil mengalahkan Google dan Amazon.

"Di bawah kepemimpinan Tim Cook, terutama selama lima tahun terakhir. Apple mulai fokus pada pengembangan strategi di atas dan di luar iPhone yang pada tahun 2020 menyumbang setengah dari penjualan versus dua pertiga pada 2015," kata laporan Brand Finance.

Lebih lanjut, Brand Finance menjelaskan kebijakan diversifikasi telah berkembang menjadi layanan digital dan langganan, termasuk App Store, iCloud, Apple Podcasts, Apple Music, Apple TV, dan Apple Arcade. Pada tahun baru saja, pelanggan App Store menghabiskan US US$ 540 juta untuk digital barang dan jasa.

Menurut perhitungan Brand Finance, Amazon turun dari posisi teratas, setelah berhasil mencatat pertumbuhan nilai merek 15% yang sehat menjadi US$ 254,2 miliar. Brand Finance mencatat bahwa Amazon adalah salah satu dari sedikit merek yang mendapat keuntungan besar dari pandemi.

Google bergerak ke posisi ketiga dan menjadi penurunan pertama yang pernah terjadi. Sedangkan, produsen mobil listrik, Tesla terdaftar sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat dalam peringkat. Sementara, Netflix menikmati lonjakan penggunaan karena pandemi.

Perusahaan lain bernasib lebih buruk akibat pandemi COVID-19. Boeing, American Airlines, United Airlines, dan Delta, semuanya kehilangan sekitar 40% dari nilai merek mereka.

(eds/eds)