Danai Pebisnis Kulit Hitam, Apple Kucurkan Investasi Rp 140 M

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 11:50 WIB
A demonstration of the newly released Apple products is seen following the product launch event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 12, 2018. REUTERS/Stephen Lam
Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -

Apple Inc mengumumkan akan menginvestasikan US$ 10 juta atau setara Rp 140 miliar (kurs Rp 14.000) ke Harlem Capital, sebuah perusahaan ventura tahap awal yang berbasis di New York. Hal itu sebagai bagian dari rencananya untuk mengatasi kesetaraan dan keadilan rasial.

CEO Apple, Tim Cook awalnya mengumumkan inisiatif kesetaraan dan keadilan rasial pada Juni 2020 sebagai reaksi perusahaan terhadap kasus George Floyd dan Breonna Taylor, dua orang kulit hitam yang dibunuh polisi. Saat itu katanya dia akan mengalokasikan US$ 100 juta atau Rp 1,4 triliun.

Pendanaan akan datang selama dua dekade mendatang dan membantu Harlem Capital dengan tujuan untuk mendanai 1.000 perusahaan yang beragam selama 20 tahun.

"Kami selalu berusaha untuk mendapatkan modal di tangan orang-orang yang sebanding dengan populasi," kata Managing Partner di Harlem Capital, Jarrid Tingle dikutip dari CNBC, Jumat (15/1/2021).

Perusahaan saat ini memegang 21 investasi di 11 kota dan 9 industri. Sebanyak 43% perusahaan secara eksklusif dipimpin oleh wanita, sementara 47% dipimpin oleh CEO berkulit hitam.

Perusahaan dalam portofolio perusahaan termasuk perusahaan media Black Blavity dan platform urusan pemerintah GovPredict. Perusahaan tersebut sebelumnya menerima sebagian dari investasi PayPal sebesar US$ 50 juta untuk mengatasi kesenjangan pendanaan modal ventura yang dihadapi wirausahawan kulit hitam.

Menurut laporan Crunchbase Diversity Spotlight 2020, pendiri Black and Latino hanya mewakili 2,6% dari total US$ 87,3 miliar dalam pendanaan menjelang akhir 2020 meskipun jumlah dolar meningkat setiap tahun. Namun Tingle optimis kondisi akan berbalik.

"Waktunya akan tiba. Tantangannya adalah mereka tidak benar-benar mendapat peluang ini pada 2013-2014, jadi mereka tidak pernah memiliki kesempatan untuk mencapai titik di mana mereka (orang kulit hitam) akan go public," ucap Tingle.

Ketika Harlem Capital meluncurkan pencarian investasi, mereka menemukan 200 perusahaan dipimpin oleh wanita berkulit hitam yang secara independen telah mengumpulkan lebih dari US$ 1 juta.

"Di Harlem Capital akan membantu mereka membangun perusahaan, menghasilkan kekayaan, mempekerjakan beragam orang, dan berinvestasi kembali ketika mereka sukses, dan itu terjadi," kata Tingle.

(ara/ara)