Andre Rosiade Dukung Jokowi-Erick Thohir Bikin Holding Ultra Mikro

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 16:46 WIB
Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Foto: Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra Andre Rosiade mendukung rencana pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir. Holding ini direncanakan fokus pada pembiayaan UMKM dan ultra mikro yang terdiri dari beberapa BUMN.

Andre menyebut beberapa BUMN tersebut di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Permodalan Nasional Madani (Persero), serta PT Pegadaian (Persero).

"Ide pembentukan Holding Ultra Mikro ini patut didukung. Pembentukan Holding Ultra Mikro akan berpengaruh langsung ke masyarakat secara riil terutama untuk kalangan pelaku usaha mikro atau UMKM, seperti memerangi rentenir dan menurunkan bunga pinjaman," jelas Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Jumat(29/1/2021).

Lebih lanjut Andre menjelaskan selama ini pelaku usaha mikro kerap terkendala akses permodalan yang membuatnya tak punya pilihan hingga akhirnya terpaksa berhubungan dengan rentenir. Ia berharap adanya holding akan memudahkan pelaku usaha mikro untuk mendapatkan pembiayaan secara formal.

"Kita tahu bunga rentenir itu sangat tinggi, belum lagi bila terjadi keterlambatan bayar. Rentenir bisa menarik denda sesuka hati bahkan menyita aset usaha. Akhirnya pelaku usaha yang terpaksa meminjam ke rentenir terjebak dalam lingkaran setan, gali lubang tutup lubang. Ini salah satu penyebab pelaku UMKM kita tidak bisa berkembang," ujar Andre.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini pun menjelaskan pembentukan holding akan membuat aset BUMN menjadi jauh lebih besar sehingga nantinya diharapkan cost of fund akan lebih rendah. Ini akan berdampak pada bunga untuk UMKM yang akan lebih rendah. Selain itu, pembentukan Holding Ultra Mikro ini diharapkan dapat memudahkan pelayanan ke masyarakat.

Ia mengungkap bentuk upaya pembentukan holding ini salah satunya di Kantor Kas BRI akan ada juru taksir dari Pegadaian, sehingga gadai-gadai yang nominalnya di bawah Rp 1 juta bunganya bisa 0%. Selain itu, Andre merinci bunga efektif kredit mikro dan ultra mikro seperti pada program Mekaar milik PMN bisa ditekan lebih rendah dari sebelumnya sekitar 20% menjadi di bawah 10% sehingga bisa lebih menjangkau masyarakat secara luas.

Andre Rosiade menilai holding ini dapat menjadi one stop solution untuk masalah kredit mikro dan ultra mikro.

"Pembentukan holding ini akan mengatasi dua persoalan sekaligus. Pertama, masalah rentenir akan teratasi, kedua bunga kredit akan lebih murah. Selain itu, holding akan memudahkan pelaku usaha mikro untuk mendapatkan layanan pembiayaan, termasuk gadai dan penyaluran kredit program," pungkas Andre.

Adapun Andre berharap 30 juta UMKM yang belum mendapat fasilitas pembiayaan akan terakomodir melalui pembentukan holding ini. Ia pun menilai UMKM sudah sepatutnya diperhatikan secara khusus karena sektor ini menyerap 97% tenaga kerja nasional.

"Tentunya pembentukan holding ini harus melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, termasuk melibatkan Komisi VI DPR RI dalam pembahasan-pembahasan terkait. Sehingga, sesuai harapan kita semua, pembentukan holding BUMN ini dapat mencapai tujuannya secara efektif," tutup Andre Rosiade.

(ega/ara)