Pesawat Jakarta-Semarang Mendarat di Solo, Ini Penjelasan Batik Air

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 30 Jan 2021 16:40 WIB
Pabrikan pesawat Airbus mengirimkan tiga pesawat A320ceo pesanan PT Mentari Lion Airlines (Lion Air). CEO Lion Group Rusdi Kirana mengatakan, tiga pesawat ini merupakan bagian dari 234 pesawat Airbus keluarga A320 yang dipesan Lion Air tahun 2013 lalu.
Foto: Irwan Nugroho
Jakarta -

Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6362 rute Jakarta-Semarang mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Jawa Tengah (SOC).

Dalam penerbangan ini, Batik Air membawa enam awak pesawat, 77 tamu dewasa dan satu tamu anak-anak. Pesawat lepas landas pukul 07.35 WIB dan diperkirakan tiba pada 08.45 WIB.

Pada saat mendekati Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, pilot mendapat informasi dari petugas pengatur lalu lintas udara mengenai perubahan kondisi cuaca yang kurang baik (bad weather), yaitu curah hujan tinggi.

"Batik Air penerbangan ID-6362 dipersiapkan secara baik. Pesawat yang dioperasikan Boeing 737-800NG registrasi PK-LBZ sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2021).

Untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan dikarenakan jarak pandang pendek yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pendaratan, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan (divert) di Bandar Udara Internasioal Adi Soemarmo Solo, di Boyolali, Jawa Tengah (SOC). Batik Air penerbangan ID-6362 mendarat pukul 08.45 WIB.

Setelah mendapatkan informasi bahwa jarak pandang di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani sudah memenuhi kualifikasi lepas landas dan mendarat, maka Batik Air mempersiapkan kembali penerbangan ke Semarang menggunakan nomor ID-6362D.

Batik Air penerbangan ID-6362D mengudara dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo pukul 11.05 WIB dan sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani pada 11.35 WIB.

"Batik Air meminimalisir dampak yang timbul, agar penerbangan Batik Air lainnya tidak terganggu," tambah Danang.

(ara/fdl)