Kemenperin Benahi Birokrasi Pakai Cara Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 16:42 WIB
Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan pembenahan dengan menerapkan reformasi birokrasi. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan publik dan good governance yang dapat mempengaruhi nilai trust dan kepastian investasi.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah mencanangkan gerakan zona integritas di seluruh satuan kerjanya agar menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Hal tersebut dapat tercapai melalui komitmen yang tinggi, kemudahan pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta manajemen media. Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita untuk memperbaiki jajaran birokrasi yang bersih, produktif, dan akuntabel.

Salah satu satker teknis di lingkungan Kemenperin yang telah memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2020 adalah Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI). Sebelumnya lembaga ini juga memperoleh predikat Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) pada tahun 2017.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Masrokhan berharap BBTPPI dapat menjadi trigger dan model bagi unit kerja lain dalam penerapan zona integritas.

"Melalui komitmen pimpinan dan dukungan seluruh staf, success story peraihan predikat WBK dan WBBM ini harus dapat ditransfer kepada unit kerja lainnya. Dengan begitu, harapannya akan semakin banyak unit kerja di lingkungan Kemenperin yang mengikuti jejak perwujudan Zona Integritas sebagai miniatur Reformasi Birokrasi. Good governance akan menjadi pondasi dalam langkah Kemenperin membangun industri tangguh," tuturnya dilansir Minggu (31/1/2021).

Masrokhan menambahkan layanan dan inovasi yang telah dimiliki BBTPPI harus diimbangi dengan modernisasi peralatan. Hal ini bertujuan agar tugas BBTPPI dalam layanan pencegahan pencemaran industri semakin optimal.

"Kemenperin selalu memacu pertumbuhan industri yang kuat. Dalam pelaksanaannya, harus ada pihak yang mampu menjadi rem atas dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Kemajuan pemantauan lingkungan berbasis IoT yang ditawarkan sebagai inovasi BBTPPI telah terbukti nyata dan membantu perwujudan industri hijau," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon menyampaikan pencapaian BBTPPI menjadi unit kerja dengan predikat WBBM adalah prestasi yang diperoleh berkat dukungan semua pihak terutama seluruh pegawai di BBTPPI, pimpinan di pusat dan Inspektorat. Konsistensi penerapan Zona Integritas terus digaungkan hingga level staf, penguatan inovasi untuk peningkatan integritas, serta kegiatan-kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas dan sektor industri akan selalu menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan kualitas layanan dan predikat WBBM.

"Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang mendukung kerja keras BBTPPI," tuturnya.

(das/dna)