Kemenperin Dorong IKM Ciptakan Inovasi & Efisiensi Lewat Teknologi

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 16:50 WIB
industri kecil dan menengah (IKM) logam di Desa Bengle, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/10). YDBA bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal mengunjungi sejumlah IKM logam untuk mendukung penguatan kapasitas manajemen usaha, meningkatkan produksi agar mampu berkembang dan bersaing dipasaran.
Foto: pol.
Jakarta -

Kementerian Perindustrian mendorong para pelaku usaha di Indonesia, termasuk sektor Industri Kecil Menengah (IKM) untuk terus berinovasi di tengah pandemi. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha mereka dalam menopang perekonomian nasional.

"Kami mendorong pelaku IKM melakukan adaptasi bisnis baru melalui optimalisasi produk dan layanan dengan memanfaatkan teknologi modern sehingga menciptakan inovasi atau terobosan yang belum ada sebelumnya," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Gati menjelaskan setiap perusahaan memiliki perlengkapan perawatan, perbaikan dan operasional atau MRO (maintenance, repair and operation) dalam melakukan efisiensi. Adapun yang termasuk dalam kategori MRO seperti suku cadang mesin, pembersih, peralatan keselamatan, perkakas dan lainnya.

"MRO adalah sembakonya industri yang pasti habis dipakai, akibat rusak atau memang sudah waktunya diganti dan lain-lain. Setiap bulan, industri membutuhkan pasokan dari sisi vendor MRO. Misalnya, bila divisi maintenance tidak beli, divisi repair atau operation juga membutuhkan. Kadang ketiganya membeli. Jarang sekali ada perusahaan yang tidak membeli kebutuhan MRO dalam satu bulan," paparnya.

Lebih lanjut Gati mengatakan biaya terkait MRO sering kurang terpantau dengan baik sehingga pengeluaran tidak efisien. Padahal di masa pandemi, efisiensi menjadi salah satu kunci bertahan dan bersaing.

"Dengan pengadaan MRO yang baik, perusahaan dapat meraih efisiensi yang optimal sekaligus meminimalkan downtime operasi dan berdampak positif pada kinerja perusahaan," ungkapnya.

Meskipun demikian, Gati optimis jika upaya strategis tersebut dapat dijalankan dengan baik, sektor usaha khususnya pelaku IKM dapat berkontribusi lebih signifikan bagi perekonomian Indonesia.

"IKM dipandang memiliki peran besar, baik itu dalam dari sisi jumlah unit usaha atau serapan tenaga kerja. Tercatat dari 16,5 juta tenaga kerja, 10,5 juta berasal dari IKM yang tersebar di 4,2 juta usaha," paparnya.

Seperti halnya, PT Kawan Lama Sejahtera (KLS) yang telah membantu kebutuhan MRO para pelaku industri dengan B2B e-commerce, seperti klikmro.com dan kawanlama.com.

"Selain menjawab kebutuhan MRO para pelaku industri tanpa harus bertatap muka, ini adalah salah satu cara kreatif yang kami lakukan dalam masa pandemi sekarang untuk bisa menjangkau customer dengan lebih mudah dan cepat," ujar Komisaris PT KLS, Tony Sartono.

Sementara itu, CEO Imajin, Chendy Jaya mengatakan pihaknya juga siap mendukung kebutuhan MRO demi mencapai efisiensi. Ia menjelaskan pihaknya dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan sistem MRO mulai dari penunjukan vendor, memilih manufaktur yang dibutuhkan, upload data, masuk ke proses manufaktur, hingga melihat progres secara transparan.

"Dengan cara ini, kita dapat mengetahui supplier dengan harga terbaik, sistem delivery lambat atau tidak, dan masih banyak lagi kemampuannya," ujar Chendy.

Dalam hal ini, Kemenperin juga mendukung Imajin sebagai salah satu manufacturing hub di Indonesia. Peran Imajin dan KLS dalam mendukung pelaku industri juga didukung oleh Events 360 Indonesia, penyelenggara event berskala internasional.

Director Events 360 Indonesia, Maysia Stephanie mengatakan pandemi yang mengharuskan para pekerja melakukan physical distancing membuat perusahaan harus melihat kembali strategi mereka, terutama penerapan teknologi yang sejalan dengan industri 4.0. Untuk menjawab kebutuhan para pelaku industri, Malaysia dan timnya akan menggelar Pameran MRO Indonesia 2021 pada Agustus 2021.

"Kami membuat pameran ini karena sudah saatnya Indonesia memiliki forum yang dapat mendukung para pelaku industri dalam menciptakan efisiensi, sekaligus membangun ekonomi lewat efisiensi sehingga perekonomian di Indonesia bisa maju dan lebih kompetitif," pungkasnya.

(akn/hns)