Menperin Optimis Sektor Industri Bisa Bangkit Lebih Cepat

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 19:41 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Industri pengolahan mampu tumbuh positif pada triwulan III tahun 2020 sebesar 5,69% dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Meskipun secara tahunan (y-on-y) sektor manufaktur terkontraksi 4,02%, namun lebih baik jika dibandingkan triwulan II-2020 yang terkontraksi 5,74%.

"Industri pengolahan menunjukkan recovery dan rebound pada triwulan III-2020 dibandingkan triwulan sebelumnya. Kalau dibandingkan per triwulan, hampir seluruh sektor Industri mengalami pertumbuhan positif," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor yang tumbuh positif di kuartal III-2020 antara lain industri alat angkutan sebesar 17,48%, industri logam dasar sebesar 10,73%, industri logam, komputer barang elektronik, optik, peralatan listrik sebesar 8,11%, industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 7,52%, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 5,69%.

Agus menjelaskan kinerja industri alat angkutan melaju cepat pada triwulan III-2020, hal ini dilihat dari indikator penjualan mobil dan sepeda motor yang naik tajam jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Penjualan mobil secara wholesale pada triwulan III-2020 mencapai 111.114 unit atau naik sebesar 362,17% (q-to-q).

"Produksi mobil pada triwulan III-2020 mencapai 113.563 unit atau naik sebesar 172,78% jika dilihat secara kuartalan. Sedangkan, penjualan sepeda motor secara wholesale pada triwulan III-2020 mencapai 911.865 unit atau naik sebesar 190,75% (q-to-q)," tuturnya.

Agus menuturkan kalau dilihat secara tahunan, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh paling tinggi hingga 14,96%. Pertumbuhan sektor ini didukung oleh peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi wabah COVID-19.

Sementara itu, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang triwulan III tahun 2020 dengan mencapai 19,86%.

"Optimisme recovery yang lebih cepat di sektor industri pengolahan seiring dengan semakin disiplinnya masyarakat dalam upaya pencegahan virus COVID-19, yang terlihat juga dari jumlah kasus aktif yang terus menurun," papar Agus.

Kinerja gemilang lainnya dari sektor industri, yakni realisasi nilai investasi yang naik 37% secara tahunan (y-on-y). Sepanjang Januari-September 2020, penanaman modal sektor industri di tanah air mencapai Rp 201,9 triliun atau naik dibanding pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 147,3 triliun.

Di samping itu, nilai ekspor sektor industri pada Januari-September 2020 menembus US$ 94,36 miliar dan menghasilkan neraca surplus sebesar US$ 8,8 miliar. Tiga sektor yang menyumbang devisa terbesar, yaitu industri makanan sebesar US$ 21,31 miliar, industri logam dasar US$ 16,96 miliar, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$ 9 miliar.

(akn/mpr)