Pengiklan Pikir-pikir Pasang Iklan di Vtube? Ini Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 31 Jan 2021 20:11 WIB
Podcast: Menyingkap Wajah Asli VTube (Bersama Tongam L Tobing)
Foto: Tim Infografis/Luthfy Syahban
Jakarta -

Aplikasi milik PT Future View Tech atau Vtube tengah menyita perhatian khalayak belakangan ini. Pasalnya, member aplikasi ini akan dibayar jika menonton iklan.

Dari sisi pengiklan, sistem ini menguntungkan?

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menilai, pada dasarnya pengiklan akan berpikir cerdas. Di mana, pengiklan ingin mendapat keuntungan karena produknya dibeli, bukan hanya ditonton.

"Tentu para pengiklan akan sangat cerdas, tentunya pengiklan ini akan bisa mendapat uang kalau ada yang beli, bukan karena ada yang menonton," katanya dalam acara dalam Podcast Tolak Miskin detikcom episode Menyingkap Wajah Asli Vtube, Sabtu (30/1/2021).

Pakar marketing dan brand Yuswohady menjelaskan, ada dua kepentingan yang terlibat dalam aplikasi ini. Pertama, orang yang menonton iklan dan kemudian mendapat keuntungan. Kedua, orang yang memasang iklan atau pengiklan.

Dari sisi pengiklan, ia menilai orang pasang iklan karena ingin produknya ingin dibeli.

"Pengiklan itu kan bayangkan kalau orang nonton karena motivasinya bukan kontennya, tapi karena duitnya, berarti dari sisi perusahaan nggak pas karena orang nonton iklan pengennya ngerti, kemudian jualan," katanya kepada detikcom.

Namun, ia juga menyampaikan iklan tersebut juga bisa memberi pengaruh dalam hal ini membangun kesadaran produk (awarness). Dia menuturkan, tujuan iklan sendiri bermacam-macam dari membangun kesadaran hingga untuk memicu transaksi.

"Kalau aplikasi ini bisa mengumpulkan masa yang besar, karena akan dibayar namaya dibayar orang berbondong ke sini, katakan 10 juta atau 20 juta, maka itu bisa jadi menarik pengiklan gimana targetnya nggak perlu dalam-dalam, targetnya tahu," jelasnya.

Dia menambahkan, iklan di Vtube ini bisa memberi pengaruh jika pengikutnya menjadi sasaran pasar alias calon konsumen produk perusahaan yang memasang iklan. Tapi, jangkauan iklan itu terbatas hanya sampai 'tahu' dan belum tentu membeli produk yang diiklankan.

"Kalau mereka pengikut ini menjadi target market barangkali bisa bisa juga ampuh, tapi levelnya cuma sampai awareness untuk mensosialisasi produknya itu. Saya kira untuk certai target market tertentu sejauh massanya besar, karena yang dicari pengiklan massa besar coverage namanya, itu menjangkau pasar yang besar," terangnya.



Simak Video "Pentingnya Inovasi Dalam Bisnis"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)