RI Butuh Modal Pembangunan, Sri Mulyani Sebut APBN dan BUMN Tak Cukup

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 16:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, salah satu target pemerintah dari LPI adalah mendapat modal untuk proyek-proyek infrastruktur.

"Gambar besar dan banyak pertanyaan terkait konstruksi LPI. Kita bayangkan Indonesia ke depan sangat banyak memerlukan pembangunan proyek pembangunan, proyek infrastruktur terkait berbagai segmen sektor di masyarakat, perekonomian, dan pembiayaan pembangunan tersebut membutuhkan dana," imbuh Suahasil.

Sama seperti Sri Mulyani, hanya mengandalkan APBN yang berasal dari penerimaan pajak negara tidaklah cukup.

"Ilustrasinya ada seperangkat proyek PSN dipikirkan pemerintah jadi penting, jadi basis Indonesia ke depan, APBN akan alokasikan uang itu dari pajak, tentu nggak akan cukup hanya menggunakan uang APBN yang berasal dari pajak saja," tuturnya.

Begitu juga jika hanya mengandalkan surat utang. Apalagi, pemerintah sedang berupaya menjaga rasio utang di APBN terhadap PDB sebesar 3%.

"Pertanyaan berikutnya, bisa nggak APBN melakukan utang? Bisa nggak APBN mencari dana yang lebih banyak dan menggunakan dana itu yang berasal dari utang untuk membiayai pembangunan proyek PSN? Tentu saja bisa tapi kita kan sudah berkomitmen untuk APBN kembali kita sehatkan dan ada batasan utang APBN terutama 3% dari PDB setiap tahun dan ini akan kita pegang," tutup Suahasil.


(vdl/ara)