Syarat dan Cara Pakai GeNose buat Deteksi COVID-19 di Stasiun KA

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 17:54 WIB
Petugas mengetes kantong nafas milik pegawai PT KAI (Persero) dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (23/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengimplementasikan penggunaaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang kereta api mulai 5 Februari 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Layanan pemeriksaan deteksi COVID-19 menggunakan GeNose C19 akan segera dilakukan di stasiun kereta api. Per 5 Februari 2021 layanan ini sudah tersedia di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta untuk perjalanan kereta jarak jauh.

Sebelum menggunakan layanan tersebut, terdapat syarat-syarat yang perlu penumpang ketahui agar hasilnya akurat. Salah satunya adalah bila ingin menggunakan GeNose C19 penumpang dilarang merokok, makan, ataupun minum selama 30 menit sebelum pemeriksaan.

"Untuk melakukan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, serta dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih), selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam keterangannya, Senin (1/2/2021).

Kemudian, penumpang diharuskan mengantre dan mendaftarkan diri dengan tertib untuk selanjutnya diberikan kantong GeNose C19 setelah melakukan proses pembayaran.

Pada layanan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.

Langkahnya adalah, sebanyak 2 kali di awal, ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu pada saat pengambilan napas ke-3, langsung diembuskan ke dalam kantong hingga penuh.

Setelah itu, kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19. Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan.

Hasil pemeriksaan yang menunjukkan negatif bisa digunakan sebagai syarat perjalanan selama 3 x 24 jam sejak dikeluarkannya print-out hasil pemeriksaan. Sedangkan jika hasilnya positif, calon penumpang tidak diperbolehkan naik Kereta Api.

Bagi yang hasilnya positif, tiket dapat dibatalkan melalui loket khusus atau melalui WhatsApp KAI121 di 081-1121-11121 dan uang tiket akan dikembalikan penuh. Selanjutnya yang bersangkutan akan diarahkan oleh petugas untuk meninggalkan stasiun dan diminta melapor ke puskesmas sesuai domisili.

Pada periode 26 Januari hingga 8 Februari 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan hasil pemeriksaan GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR sebagai syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan. Hal tersebut sesuai dengan SE Kemenhub No 11 tahun 2021.

"KAI berharap seluruh calon penumpang yang hendak menggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun dapat memahami dengan baik terkait syarat-syaratnya agar pemeriksaan dapat berjalan lancar dan tanpa kendala," tutup Joni.

Lihat Video: Satgas Bolehkan Penumpang Kereta Gunakan Tes GeNose

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)