Hindari PHK, Karyawan Airbus Rela Gaji Dipangkas

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 11:12 WIB
Ilustrasi Airbus
Foto: (Dok. Airbus)
Jakarta -

Produsen pesawat, Airbus di Flintshire, Inggris akan mengurangi hari kerja sebanyak 10%. Hal itu dilakukan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dikutip dari BBC, Selasa (2/2/2021) Kebijakan itu hasil pemungutan suara serikat pekerja. Sebanyak 3.500 dari total 6.000 pekerja setuju untuk pemangkasan hari kerja. Airbus mengatakan sangat senang karena kebijakan itu didukung sebagian besar anggota serikat pekerja.

Dari pemungutan suara itu lebih dari 80% anggota Unite atau serikat pekerja setuju pemangkasan hari kerja. Sementara 75% dari mereka mendukung pemotongan gaji.

Itu berarti hari kerja yang dipotong 10% akan memotong gaji karyawan sebanyak 6,6% hingga Natal tahun ini, setelahnya gaji dipotong sebanyak 5%.

Kepala Pabrik Airbus di Broughton, Jerome Blandin mengatakan minggu kerja yang lebih pendek akan meningkatkan fleksibilitas dan akan membantu mengelola penurunan permintaan yang terjadi.

"Kami berharap dapat terus bekerja dalam kemitraan dengan serikat pekerja dalam penerapan pengaturan kerja baru pada waktu yang tepat," katanya.

Sekretaris Regional Airbus, Peter Hughes mengatakan pekerja harus berkomitmen pada minggu kerja yang lebih pendek mengingat krisis COVID-19 masih menghantui industri penerbangan.

Menurut analis ekonomi, ini adalah pertama kalinya karyawan dari sebuah perusahaan besar memilih untuk mengambil potongan gaji guna menyelamatkan pekerjaan mereka. Dari pemungutan suara bisa terlihat jelas bahwa mereka khawatir mengenai masa depan mereka.

Ini mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada para eksekutif Airbus di kantor pusat Prancis bahwa tenaga kerja akan bekerja dan ingin terus menyukseskan pabrik.

(zlf/zlf)