Sri Mulyani Jamin Utang Pemerintah Masih Aman

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 16:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Utang pemerintah menjadi sorotan lantaran terus meningkat di tengah pandemi COVID-19. Merespons hal itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia sama seperti negara lain di dunia yang menghabiskan banyak anggaran untuk pandemi COVID-19.

Alhasil, rasio utang pemerintah terus meningkat.

"Dengan itu kita juga melihat rasio utang publik terhadap PDB juga akan meningkat sangat drastis hanya dalam waktu 12 bulan," tuturnya dalam acara MAndiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Namun Sri Mulyani memastikan rasio utang terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Rasio utang Indonesia juga masih dalam batas aman mandatori.

Dia menjabarkan data dari IMF yang menunjukkan rasio utang Indonesia terhadap PDB rata-rata dari 2015-2019 berada sekitar 30,5%. Sementara di 2020 diproyeksikan naik menjadi 38,5% atau naik 8%.

Angka itu masih jauh lebih rendah dibandingkan negara lain. Amerika Serikat misalnya rasio utang terhadap PDB nya di 2020 diperkirakan mencapai 131,2% meningkat 22,5%.

"Dari proyeksi ini kita dapat melihat bahwa Indonesia relatif masih baik jika diukur dari seberapa besarnya stimulus fiskal dan hasilnya berupa seberapa dalam kontraksi perekonomiannya," terang Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan rasio utang yang naik harus berdampak positif terhadap perekonomian. Menurutnya kontraksi ekonomi Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lainnya.

IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 -1,9%, lebih rendah dibandingkan negara lain seperti AS -3,4%, Perancis 9%, Thailand 6,6% dan Filipina 9,6%.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi itu bisa diredam dengan berbagai stimulus yang sudah dijalankan pemerintah. Meskipun hal itu tentunya membuat defisit fiskal melebar menjadi sekitar 6%.

"Defisit fiskal ini dua kali lipat dari keadaan normal. Tetapi 6% relatif rendah dibandingkan dengan negara lain yang benar-benar menggunakan fiskal ini bahkan jauh lebih kuat," tuturnya.

Tonton 'Ungkapan Sri Mulyani: Semua Negara Alami Kenaikan Utang':

[Gambas:Video 20detik]



(das/hns)