Pemerintah Perpanjang Operasi Pasar Beras 1 Bulan

Pemerintah Perpanjang Operasi Pasar Beras 1 Bulan

- detikFinance
Kamis, 09 Feb 2006 16:55 WIB
Jakarta - Belum turunnya harga beras memaksa pemerintah memperpanjang operasi pasar murni (OPM) beras selama satu bulan ke depan yang seharusnya berakhir 31 Januari 2006.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku telah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk terus melakukan OPM sampai akhir Februari."Karena harga masih tinggi, jadi meski sudah memasuki masa panen raya kami memperpanjangnya satu bulan lagi," kata Mari usai raker dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/2/2006).Tingginya harga beras saat ini, menurut Mari, akibat gangguan cuaca yang diikuti banjir yang menggenangi sejumlah sawah dan menyebabkan gagal panen (puso).Di Pulau Jawa harga rata-rata beras medium masih tinggi yakni di atas Rp 4.500 per kilogram yang terus merambat sejak awal tahun. Sedangkan harga beras OPM sebesar Rp 3.800/kg. GulaMenanggapi harga gula yang masih tinggi di atas Rp 6.500 per kilogram, Mari mengaku, minggu depan pemerintah akan mengadakan rapat Dewan Gula Indonesia (DGI) membahas kinerja importir terdaftar (IT).Pemerintah akan menilai kinerja IT karena dianggap tidak bisa mengatasi tingginya harga gula meski telah diberi izin impor 300 ribu ton tahun lalu.Untuk impor gula itu, pemerintah menunjuk Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) serta 4 IT yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, PTPN X, PTPN XI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).Menurut Mari, jika impor sudah dilakukan maka sebenarnya stok gula sudah memadai sehingga harga gula tidak perlu melonjak hingga lebih dari Rp 6.500/kg."Kita hitung stok plus impor maka stok gula lebih dari cukup, pada April akan berkisar 1 juta ton dengan konsumsi 220 ton per bulan. Jadi diperkirakan sampai April-Mei stok gula lebih dari cukup," tegas Mari.Pemerintah telah menargetkan harga gula tertinggi dalam negeri untuk saat ini sebesar Rp 6.000/kg di Pulau Jawa dan Rp 6.200/kg di luar Jawa. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads