Ekonomi Resesi, Ini Bisnis yang Tetap Cuan Selama 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 15:35 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 sebesar 5,01 persen. Capaian tersebut sama persis dengan ekonomi kuartal I 2017.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ada sebanyak 17 lapangan usaha atau bisnis yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi nasional. Otoritas statistik mencatat dua sektor bisnis mengalami pertumbuhan signifikan di tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kedua bisnis tersebut adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta informasi dan komunikasi atau infokom.

"Sektor infokom pada tahun 2020 ini justru lebih tinggi karena permintaan konsumen meningkat karena adanya WFH dan sebagainya," kata Suhariyanto dalam video conference, Jumat (5/2/2021).

BPS mencatat, lapangan usaha atau bisnis yang mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2020 adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,75%, jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,25%, infokom sebesar 10,58%, jasa pendidikan 2,63%, real estate sebesar 2,32%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 11,60%, dan pengadaan air sebesar 4,94%.

Sedangkan yang negatif yaitu pengadaan listrik dan gas minus 2,34%, jasa perusahaan minus 5,44%, jasa lainnya minus 4,10%, akomodasi dan makan minum minus 10,22%, administrasi pemerintahan minus 0,03%, transportasi dan pergudangan minus 15,04%, pertambangan dan penggalian minus 1,95%, perdagangan minus 3,72%, dan industri pengolahan minus 2,93%.

Infokom tumbuh 10,58% justru lebih kuat dari tahun 2019," jelasnya.

Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi minus 2,07% di tahun 2020, Suhariyanto mengatakan struktur ekonomi tahun lalu masih didominasi lima sektor utama yaitu industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor ini berkontribusi 63,66% terhadap PDB.

"Ada 10 sektor yang alami kontraksi, terdalam terjadi untuk 2 sektor, transportasi pergudangan yang pada 2020 karena pandemi kontraksi sebesar 15,04% dan satu lagi akomodasi dan makan minum yang kontraksi 10,22%," katanya.

Tonton video 'Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)