Ungkap Penyebab Banjir Semarang, Basuki: Curah Hujan Ekstrem

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 09:53 WIB
Basuki Hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Kota Semarang sempat dikepung banjir. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun menjelaskan curah hujan ekstrem jadi penyebab banjir Semarang.

Hal itu diungkapkan Basuki saat meninjau salah satu wilayah yang terdampak banjir di Kota Lama Semarang.

Menurut Basuki siklus hujan lebat 50 tahunan menjadi penyebab utama banjir di Semarang. Hal itu berdasarkan data BMKG yang diperolehnya, dari data itu dia menyebutkan curah hujan ekstrim memang diprediksi akan terjadi.

"Berdasarkan data curah hujan, ini ekstrem seperti prediksi BMKG, 171 milimeter hujan, menurut hitungan hidrologi, return period atau periode ulangnya 50 tahunan," kata Basuki di kawasan Berok Kota Lama, Sabtu (6/2/2021) .

Di sisi lain, pompa di Kota Lama Semarang justru mengalami kendala. Dari tiga pompa yang ada, saat dia meninjau baru dua pompa saja yang siap digunakan. Sementara itu, Kali Beringin Mangkang dan Kali Plumbon Kaligawe airnya terus meluap.

"Dipompa ada tiga pompa, satu masih macet akan diperbaiki dan hidupkan," jelas Basuki.

"Kalau penanganan banjir di Semarang, hari ini di kali Bringin juga meluap kemudian di kali Plumbon Kaligawe meluap. Itu sebenernya kebetulan air pasang tinggi, 1,4 meter. Pompa memang menentukan," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Semarang Ita mengatakan, penangan terus dilakukan untuk mengatasi banjir. Kali Beringin pun sudah mulai untung normalisasi, namun apa daya cuaca ekstrem menghantam.

"Kami melakukan berbagai penanganan, di Beringin sudah bertahun-tahun begitu. Itu kan yang di cekungan. Di Jalan Kuda, Wonosari, Ngaliyan itu juga," ujarnya.

Untuk diketahui, banjir mengepung Kota Semarang. Jalur utama seperti Pantura di Mangkang dan Terboyo juga terendam sehingga menyebabkan gangguan lalu lintas.

(hal/ara)