Pegawai BUMN Dilarang Liburan Long Weekend, Apa Sanksi buat yang Langgar?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 11:34 WIB
Kemacetan kendaraan terlihat di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Kemacetan tersebut terlihat di hari terakhir penerapan PPKM di Jakarta.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melarang pegawai BUMN untuk bepergian ke luar kota saat long weekend Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 12-14 Februari mendatang. Hal itu beriringan dengan dimulainya PPKM mikro atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala desa/kelurahan.

Larangan itu disampaikan oleh Ketua KPC-PEN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kemarin.

"Kemudian pelarangan luar kota khusus bagi ASN, Prajurit TNI, Anggota Polri, pegawai BUMN selama masa liburan panjang atau long weekend yang terkait dengan kegiatan Imlek nanti," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (8/2/2021).

Staf Khusus Menteri BUMN sekaligus Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, aturan itu tentunya harus dipatuhi oleh seluruh BUMN. "Tentunya pemerintah harus diikuti oleh semua," kata Arya kepada detikcom, Selasa (9/2/2021).

Akan tetapi, untuk sanksi bagi pegawai BUMN yang ke luar kota saat long weekend nanti, menurut Arya diserahkan kepada masing-masing perusahaan pelat merah.

"Jadi ini kan memang tujuannya kita untuk men-support supaya Corona ini bisa ditekan penularannya. Jadi kalau memang ditetapkan bahwa pegawai BUMN itu tidak boleh liburan selama long weekend Imlek, mereka nggak boleh ke luar kota ya pasti mereka mematuhinya lah. Dan itu diserahkan kepada masing-masing BUMN," jelas Arya.

Namun, ia memastikan Kementerian BUMN akan mengeluarkan surat edaran kepada BUMN untuk mematuhi ketetapan PPKM Mikro tersebut.

"Dari Kementerian BUMN nggak boleh memberi larangan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan kan. Tapi kami dari Kementerian BUMN akan memberi surat edaran kepada BUMN untuk mematuhi aturan ini," tandas Arya.

Simak juga Video "PPKM Mikro Berlaku, Apa Saja Batasannya?":

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)