Kominfo Blokir Situs TikTok Cash, Nonton Video Dibayar

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2021 13:25 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan BNPT memblokir 19 situs media Islam karena dianggap terkait radikalisme. Aksi pemblokiran ini menuai pro kontra. Kini situs-situs tersebut tidak dapat diakses.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Belum lama ini geger nonton video di TikTok bisa memberikan keuntungan berupa saldo yang bisa dicairkan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan memblokir situs tersebut yang bernama TikTok Cash.

"Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap situs tiktokecash.com. Media sosial TikTok Cash juga sedang dalam proses blokir," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dikutip dari Antara, Rabu (10/2/2021).

Kominfo menyebut alasan pemblokiran itu karena TikTok Cash sebagai transaksi elektronik yang dianggap melanggar hukum.

Situs tiktokecash.com masih bisa diakses siang ini, pengelola situs dalam notifikasi yang muncul di laman utama mengatakan mereka mendapat serangan/berita palsu setelah mendulang popularitas. Pengumuman tersebut mengatasnamakan TikTok Cash Asia Pasifik, menyatakan sedang berkoordinasi dengan penegak hukum untuk kasus ini.

Untuk diketahui, situs TikTok Cash menawarkan sejumlah uang kepada pengguna setelah menonton video di platform video di TikTok. Situs tersebut mengklaim sebagai platform yang menghubungkan pengguna TikTok dengan ekonomi selebriti internet.

Sebelum mendapat uang, pengguna internet harus mendaftar ke situs tersebut dengan menyertakan nomor ponsel dan alamat email. TikTok Cash menawarkan paket keanggotaan seperti pekerja sementara seharga Rp 89.000 dengan masa berlaku delapan hari, hingga general manajer seharga Rp 49.999.000 dengan masa berlaku 365 hari.

Pimpinan komunikasi TikTok Indonesia, Catherine Siswoyo menegaskan situs TikTok Cash tidak berafiliasi dengan platform TikTok. Pihaknya meminta agar pengguna berhati-hati terhadap tawaran seperti itu.

"Baru-baru ini, kami mengetahui bahwa ada situs web yang menggunakan nama TikTok dan meminta uang dari pengguna. Situs web ini sama sekali tidak terafiliasi dengan TikTok. Kami tidak akan dan tidak pernah meminta uang dari Anda," kata Catherine.

Saksikan juga 'Inisiatif Kominfo Bantu Masyarakat Dampingi Anak Belajar Secara Daring':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)