Rugi Rp 3,4 T, Heineken Bakal PHK 8.500 Karyawan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2021 16:02 WIB
Friends toasting with beer
Ilustrasi/Foto: Independent/Thinkstock
Jakarta -

Heineken akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 10% dari total 85.000 karyawan. Artinya, perusahaan akan melakukan PHK terhadap sekitar 8.500 karyawan.

CEO Heineken N.V. Dolf van den Brink mengatakan, PHK itu dilakukan untuk menghemat biaya operasional sekitar 20% dari biaya yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan, yakni senilai € 2 miliar atau setara Rp 33,93 triliun (kurs Rp 16.965). Penghematan itu diperlukan untuk memulihkan margin dan produktivitas perusahaan. Rencananya proses PHK akan selesai di akhir kuartal I-2021, yakni akhir Maret.

Selama ini, produsen bir terbesar di dunia itu memang mengalami tekanan besar dari dampak pandemi COVID-19 yang memaksa pub dan bar hampir di seluruh dunia tutup. Hal itu menyebabkan perusahaan kesulitan mencapai target pendapatan.

Selama tahun 2020, Heineken mencatat penurunan pendapatan hingga 17% atau hanya mencapai € 23,8 miliar atau setara Rp 403 triliun. Perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar € 204 juta atau setara Rp 3,46 triliun. Padahal, di tahun 2019 perusahaan membukukan laba sebesar € 2,2 miliar atau sekitar Rp 37,32 triliun.

Dari sisi volume, penjualan bir Heineken turun 8,1%.Perusahaan mengatakan kebijakan lockdown pada kuartal IV-2020 telah merugikan bisnisnya di Eropa, di mana hanya kurang dari 30% bar dan restoran yang beroperasi pada akhir Januari.

"Dampak pandemi pada bisnis kami berasal dari perdagangan (di pub, bar, dan restoran), serta keterpaparan geografis kami," kata van den Brink dilansir Financial Times, Rabu (10/2/2021).

Ia mengatakan, perusahaan kini akan fokus beradaptasi dan juga lebih mendekatkan diri kepada konsumen di masa sulit ini. Menurutnya, rencana perusahaan ini tak hanya lebih mendekatkan perusahaan kepada konsumen, namun juga akan meningkatkan operasi digitalnya. Perusahaan juga akan membuat inovasi seperti produk bir tanpa alkohol, rendah alkohol yang termasuk dalam peluncuran produk baru Heineken 0.0.

Perusahaan akan berupaya mengembalikan margin laba operasi dari 12,3% selama 2020 menjadi 17% pada 2023. Caranya ialah dengan meningkatkan kecepatan, kelincahan, dan orientasi eksternal perusahaan.

Saksikan juga 'Imbas Pandemi, Disney Bakal PHK 32 Ribu Karyawannya':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)