Bos Kasino Australia Mundur Gara-gara Skandal Pencucian Uang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 08:45 WIB
Masa penutupan kasino imbas pandemi Corona di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, berakhir. Kartu-kartu hingga dadu siap dimainkan.
Ilustrasi/Foto: AP photo
Jakarta -

Kepala Eksekutif grup kasino Australia, Crown Resort Ken Barton mundur di tengah skandal terkait tuduhan pencucian uang di kasino tersebut. Langkah Barton mengikuti direktur perusahaan lainnya.

Dikutip dari BBC, Senin (15/2/2021), penyelidikan Minggu lalu ditemukan Crown tidak layak memegang lisensi permainan di New South Wales. Itu berarti tidak dapat mengoperasikan kasino yang baru di Sydney. Laporan itu juga menimbulkan keraguan atas kasino Crown di kota-kota lain.

Crown mayoritas sahamnya dimiliki miliuner Australia James Packer. Kasino ini dirundung tuduhan aktivitas ilegal selama bertahun-tahun di Melbourne dan Perth.

Operasinya di luar negeri telah menarik perhatian khusus setelah adanya tuduhan jika junket atau perjalanan berbayar untuk penjudi papan atas China terkait dengan kelompok kejahatan yang terorganisir.

Dalam laporannya minggu lalu, komisaris penyelidikan Patricia Bergin menemukan bahwa Crown telah memfasilitasi pencucian uang hingga mengejar hubungan komersial dengan individu terkait dengan kelompok kriminal.

Ia pun merekomendasikan perbaikan tata kelola perusahaan yang dimulai dengan pemecatan sebagian besar dewan.

Barton sendiri telah bekerja di perusahaan selama lebih dari satu dekade. Sebelum menjadi kepala eksekutif pada tahun 2020, ia menjabat sebagai kepala keuangan. Selain manajemen umum perusahaan, dia juga bertanggung jawab atas dua akun yang terlibat dalam klaim pencucian uang.

Komisaris Bergin menemukan bahwa dia kurang perhatian ketika menangani tuduhan tersebut dan menasihati regulator negara bagian New South Wales bahwa dia tidak cocok untuk posisi tersebut.

Crown mengumumkan kepergian Barton pada hari Senin dalam sebuah pernyataan di pasar saham Australia.

(acd/eds)

Tag Terpopuler