ADVERTISEMENT

PNS Dilarang Pelesiran selama Libur Imlek, Ada yang Bandel Nggak?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 09:50 WIB
Sejumlah PNS DKI Jakarta memulai hari pertama kembali bekerja pasca cuti bersama hari raya Idul Fitri, Kantor Pemprov DKI, Rabu (22/7/2015). Ada sekitar 1.000 PNS DKI Jakarta terdata belum melakukan absen kedatangan pagi ini. Ada sekitar 1000 PNS DKI Jakarta terdata belum melakukan absen kedatangan pagi ini. Hasan Al Habshy/detikcom.
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Pegawai ASN atau PNS dilarang keluar kota selama masa libur panjang memperingati Tahun Baru Imlek akhir pekan lalu. Bila kedapatan pelesiran keluar kota selama Imlek ini bisa kena hukuman disiplin. Adapun hukuman disiplin yang paling berat bisa berupa pemberhentian secara tidak hormat pada PNS alias dipecat dari jabatan.

Lalu, bagaimana hasil pengawasan para pejabat kepegawaian di seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah terhadap PNS? Apakah ada yang melanggar larangan itu?

Menurut Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik sekaligus Juru Bicara Kemenpan RB Andi Rahadian sejauh ini belum ada PNS yang melanggar larangan tersebut. Namun, pihaknya masih tetap menunggu laporan dari pada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) K/L dan Pemda yang tenggat waktunya hari ini.

"Hingga saat ini, KemenPAN masih belum menerima laporan mengenai dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan SE MenPAN RB No. 4/2021 ini dari para PPK K/L/Pemda . Namun, kami masih tetap menunggu sekiranya terdapat laporan yang masuk dari K/L dan Pemda tentang hal ini," kata Andi kepada detikcom, Selasa (16/2/2021).

Meski telah berlalu masa libur panjang, PNS diimbau agar tetap mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan upaya 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi. Tak hanya untuk diri sendiri namun harus bisa memberi contoh pada keluarga serta masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

"Sementara itu, tetap perlu dilakukan disiplin penerapan 5M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan masker dengan benar, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi," sambungnya.

PNS juga diminta tetap menjadi contoh dan teledan di lingkungan sekitar demi mencegah penyebaran virus COVID-19.

"Menteri Tjahjo dalam surat edaran ini meminta kepada ASN (PNS) untuk terus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat di lingkungannya dalam penerapan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan 5M," timpalnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT