Mobil Baru Bebas PPnBM, Penjualan bakal Naik Berapa Persen?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 18:20 WIB
Honda mulai mengirimkan Brio buatan Karawang ke luar negeri. Pengiriman pertama mobil sudah dimulai di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 10 April 2019. Pada pengiriman pertama ini, All New Honda Brio dari Indonesia akan diekspor ke Filipina.
Foto: Honda
Jakarta -

Pemerintah akan memberi kelonggaran pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Adanya kebijakan ini diharapkan dapat mendorong penjualan yang terdampak pandemi COVID-19.

Kebijakan ini membuat harga kendaraan roda empat turun. Meski begitu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kebijakan ini akan lebih terasa jika disertai relaksasi makro prudensial yaitu penurunan uang muka hingga 0%.

Sebab, konsumen otomotif kelas menengah di Indonesia masih mengandalkan pembelian mobil dengan skema pembiayaan bank atau kredit.

"Penerapan PPnBM ini akan berlaku pada kendaraan di bawah 1.500 cc ini sekitar 60-65% market share dari otomotif nasional sehingga kebijakan ini akan mendongkrak penjualan mobil tahun ini," ujarnya, Kamis (16/2/2021).

"Jika dikombinasikan dengan kebijakan makro prudensial, penjualan kendaraan diharapkan bisa naik hingga 30% dari realisasi penjualan tahun lalu dan produksi otomotif juga naik hingga 10%. Selain itu, kebijakan-kebijakan tersebut akan mampu membangkitkan industri otomotif nasional," sambungnya.

Pemberian insentif berlangsung selama sembilan bulan yang akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Dalam tiga bulan pertama (Maret-Mei), insentif PPnBM mencapai 100%, kemudian tahap kedua (Juni-Agustus) pengurangan 50% dan ketiga (September-November) pengurangan 25%.

Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

Sementara, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Pasalnya, kebijakan diskon PPnBM untuk mobil baru itu sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu.

Jongkie berharap adanya diskon PPnBM ini dapat meningkatkan penjualan dan produksi terhadap mobil baru. Dia memproyeksikan kebijakan ini akan membuat penjualan mobil meningkat selama 2021 berjumlah 750.000 unit.

"Kami berharap agar pembelian mobil bisa meningkat dan produksi mobil + komponennya bisa kembali normal secepatnya. Proyeksi penjualan tahun 2021 adalah 750.000 unit," kata Jongkie kepada detikcom, Minggu (14/2/2021).

Saksikan juga 'Menkeu Sri Mulyani Tolak Beri Pajak Mobil Baru 0 Persen':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)