Trump 'Lengser', ByteDance Batal Jual TikTok ke Oracle dan Walmart

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 20:46 WIB
TikTok: Trump larang transaksi dengan ByteDance untuk atasi ancaman aplikasi China
Foto: BBC World
Jakarta -

ByteDance memutuskan membatalkan rencana penjualan anak usaha TikTok di Amerika Serikat (AS). Alasannya karena Donald Trump telah lengser dari kursi Presiden AS.

ByteDance memang dipaksa untuk menjual anak usahanya itu kepada perusahaan AS, Oracle dan Walmart jika TikTok ingin tetap beroperasi di Paman Sam. Namun perusahaan membatalkan rencana itu setelah Trump tak lagi menjabat sebagai Presiden AS

Hal itu diungkapkan seorang sumber kepada South China Morning Post (SCMP).

"Kesepakatan itu terutama dirancang untuk memenuhi tuntutan dari pemerintahan Trump. Tapi Trump sudah pergi dan alasan kesepakatan itu hilang bersamanya," kata sumber tersebut dilansir dari SCMP, Selasa (16/2/2021),

Sumber itu menambahkan bahwa Larry Ellison, salah satu pendiri Oracle, adalah pendukung Trump dan ByteDance percaya hal itu ada hubungannya.

The Wall Street Journal melaporkan minggu lalu bahwa telah dihilangkan tenggat waktu atas kewajiban itu. Presiden AS yang baru, Joe Biden melakukan peninjauan kembali atas upaya pendahulunya yang menilai adanya potensi risiko keamanan dari perusahaan teknologi China.

ByteDance sekarang mencari struktur baru untuk operasi anak usahanya di AS. TikTok melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah meskipun ada perubahan dalam pemerintahan.

Sumber dari regulator China juga mengatakan pemerintah China telah menetapkan pedoman tertentu untuk kesepakatan tersebut.

Ada beberapa prinsip yang ditetapkan pemerintah China terkait hal itu. Pertama ByteDance tidak dapat menjual algoritma intinya ke entitas AS. Ibaratnya mobil dapat dijual, tetapi mesinnya tidak.

ByteDance mengatakan bahwa mereka telah mengajukan aplikasi ekspor teknologi ke Biro Perdagangan Beijing tanpa menentukan teknologi apa yang dimaksud.

Prinsip kedua adalah politik. ByteDance boleh 'berlutut' di depan pemerintah AS.

Sekadar informasi, pada akhir September, perusahaan China itu mengatakan pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan dengan Oracle dan Walmart.

Berdasarkan kesepakatan itu, ByteDance akan memasukkan entitas berbasis di AS bernama TikTok Global, menjual 20% sahamnya dan mempertahankan 80% sisanya.

Kesepakatan itu tidak akan melibatkan transfer algoritma atau teknologi, tetapi Oracle akan memiliki hak untuk melakukan tinjauan keamanan terhadap TikTok.

(das/eds)