Ada LPI, Sri Mulyani: RI Tak Bisa Terus Membangun dari Utang

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 11:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa tugas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) adalah mencari investasi berupa modal, bukan dana pinjaman atau utang.

Sri Mulyani mengatakan kehadiran LPI demi keberlanjutan Indonesia dalam pembangunan. Menurutnya, untuk melakukan itu tidak bisa dilakukan terus-menerus jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau utang.

"Mengapa kami membuat institusi baru ini? Karena Indonesia tidak bisa terus-menerus membangun dan mengembangkan dirinya hanya melalui pembiayaan yang berasal dari leverage atau utang. Harus ada instrumen dan lembaga untuk mendukung modal dengan cara yang berbeda yaitu dalam pembiayaan ekuitas," kata dia dalam webinar 'Infrastructure, Technology, and Finance for Sustainable and Inclusive Development in Asia', Kamis (18/2/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut kehadiran LPI akan memberi lebih banyak modal lagi untuk pembangunan yang dibutuhkan Indonesia. Modal tersebut berasal dari investor yang dalam hal ini merupakan mitra, bukan pemberi pinjaman.

"Kami punya pengalaman misalnya dengan menerbitkan divestasi melalui IPO, itu masih sangat terbatas. Jadi sovereign wealth fund, merupakan salah satu upaya pemerintah agar kami dapat menarik lebih banyak modal dari swasta asing untuk bermitra dengan kami," tuturnya.

Sri Mulyani mengakui dalam membangun LPI merupakan tugas yang menantang. Namun dia optimis kehadiran lembaga itu dapat membuat Indonesia berkembang.

"Mengasyikkan namun tentunya tugas yang sangat menantang. Tapi kami optimis dapat membangun lembaga ini dan menjadi instrumen untuk membantu Indonesia terus berkembang," imbuhnya.

(aid/eds)