Ini Alasan Pemerintah Tetap Genjot Infrastruktur saat Pandemi

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 13:21 WIB
Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) terus berlangsung. Proyek jalan tol tersebut pun ditargetkan dapat beroperasi pada 2021 mendatang.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintahan Jokowi Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin terus gencar membangun infrastruktur. Pekerjaan itu bahkan tidak berhenti dengan adanya pandemi COVID-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alasan pemerintah gencar membangun infrastruktur untuk menghadapi berbagai isu yang terjadi saat ini mulai dari perubahan iklim, maupun perkembangan teknologi. Tanpa infrastruktur yang memadai, maka sulit bagi negara menghadapi fenomena tersebut.

"Untuk kita bisa terus membangun secara berkelanjutan dan inklusif, infrastruktur menjadi penting. Infrastruktur dalam hal ini bisa dalam bentuk jalan, listrik, telekomunikasi, pelabuhan, bandara, atau juga air, sanitasi, itu semua sangat penting," kata dia dalam webinar 'Infrastructure, Technology, and Finance for Sustainable and Inclusive Development in Asia', Kamis (18/2/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut teknologi digital memiliki peran yang cukup penting selama pandemi ini. Kehadiran infrastruktur di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat menunjang berbagai kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19.

"Di Jawa dan Jakarta, infrastruktur yang sudah terbangun relatif cukup baik untuk mendukung bisnis maupun perusahaan untuk beralih ke Work From Home (WFH). Meskipun pandemi tetap mempengaruhi perdagangan, restoran, maupun perhotelan," jelas dia.

Sayangnya, kehadiran infrastruktur TIK ini belum merata di seluruh wilayah di Indonesia. Berdasarkan datanya, ada 20 ribu dari 75 ribu desa di Indonesia belum memiliki akses internet. Padahal adanya infrastruktur ini sangat penting dalam menghadapi situasi pandemi.

"Oleh karena itu, bagi pemerintah Indonesia yang memfokuskan pembangunan infrastruktur untuk memastikan konektivitas yang terjalin tidak lagi menjadi kendala. Perlu adanya kondisi agar Indonesia dapat membangun secara inklusif," jelas Sri Mulyani.

(aid/eds)