ADVERTISEMENT

Perajin Kendang Jimbe Blitar Terkendala Bahan Baku

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 15:10 WIB
Kendang Jimbe Blitar
Foto: Didik Dwi Haryadi
Jakarta -

Kerajinan alat musik kendang jimbe buatan perajin di Kabupaten Blitar patut diperhitungkan. Pasalnya, tiap bulan produk kesenian khas dari benua Afrika ini diekspor ke negeri Tirai Bambu alias China.

Pemilik usaha kerajinan jimbe Basuki (51) bahkan menyebut setiap bulannya dia bisa mengirim ribuan pcs kendang jimbe berbagai macam ukuran dari 40 hingga 60 cm. Adapun produksi dari para perajin bisa mencapai 300 kendang per hari.

"Sekarang setiap bulan kita ekspor ke China tiga kontainer awalnya 15. Satu kontainer itu 40 bit yang kita pakai itu isinya 3.800 pcs kendang jimbe," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu saat Jelajah UMKM.

Basuki menuturkan meski usahanya sempat mandek pasca pengumuman pandemi COVID-19 di 2020. Namun, kini permintaan pasar mulai kembali menggeliat tapi belum sebanyak pada situasi normal. Meski begitu ada satu kendala yang kini dia hadapi.

"Sekarang permintaan banyak cuman kita terkendala bahan baku kayu mahoni. Ini bahan kita banyak ambil dari Bali, sebenarnya harga tetap, tapi supir itu kan kalau pemberangkatan ke sini harus pakai rapid swab, akhirnya menambah cost," ungkapnya.

Basuki mengungkapkan kendang jimbe buatannya berbahan dasar kayu mahoni pilihan, kulit kambing tua dan tali alpin sejenis tali untuk panjat tebing. Kayu mahoni harus dipilihnya karena kualitas suara yang dihasilkan olehnya sangat baik.

"Ada yang bagus juga itu kayu nangka, tapi itu ada getahnya. Jadi kita harus tetap pakai kayu mahoni, selain bagus, harganya juga masuk dengan cost kita, karena kalau yang lain lebih mahal," terangnya.

Kendang Jimbe BlitarFoto: Didik Dwi Haryadi

"Sebenarnya di Perhutani ada, cuman kalau di Perhutani ada harga standar, harga standar dari Perhutani untuk ini itu nggak masuk, terlalu tinggi, jadi akhirnya kita pakai bahan kayu dari hutan rakyat," jelasnya.

Basuki menilai potensi pasar kendang jimbe di luar negeri saat ini sendiri sangat besar, oleh karenanya harus terus didorong. Sebabnya, kata dia, sekolah dasar hingga menengah diwajibkan memiliki alat musik khas musik reggae ini. Sehingga China sebagai suppliernya memanfaatkan momentum ini.

"Jadi China yang ngambil ini perusahaan juga. Tapi China itu kebanyakan supplier, sebenarnya China sendiri masuknya ke Eropa juga. Jadi China ngambil (kendang jimbe) di sini, terus China ke eropa," jelasnya.

Sebagai informasi, Basuki merupakan salah satu nasabah Bank BRI yang dalam mengembangkan usahanya turut memanfaatkan permodalan yang diberikan BRI pada 2015. Hingga kini dia mengaku berkat permodalan tersebut usahanya kian berkembang.

Selain itu, Desa Minggirsari yang dia tinggali juga merupakan desa percontohan BRILian yang baru diresmikan beberapa bulan yang lalu. Dengan menjadi percontohan Desa BRILian, Desa Minggirsari ditargetkan bisa berkembang baik dalam hal pariwisata hingga ekonomi kreatifnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di sini



Simak Video "Gerabah Blitar Warisan Majapahit"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/mpr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT