Ada Pedagang Pasar Tanah Abang Takut Divaksinasi, Terus Bagaimana?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 16:16 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jakarta Program vaksinasi COVID-19 pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah dimulai sejak Rabu (17/2) lalu. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin selaku pengelola mengatakan, sudah 2.816 pedagang sudah divaksinasi, dari target tahap awal 30.000 pedagang.

Sebelum dimulainya vaksinasi, menurutnya memang ada pedagang yang sempat takut divaksinasi. Namun, menurut Arief setelah diberikan testimoni, para pedagang mau untuk vaksinasi, bahkan pihaknya melihat antusiasme para pedagang.

"Di awal karena mungkin ada informasi-informasi yang belum bisa dipastikan apakah informasi itu benar, sehingga kemudian kita melakukan testimoni dari yang sudah vaksin, respons ini tertangkap cepat secara luas. Akhirnya kami tetap keteteran," kata Arief dalam dialog virtual KPC-PEN, Jumat (19/2/2021).

Arief mengatakan, proses vaksinasi ini masih akan terus berjalan, harapannya sampai bisa memenuhi target. Untuk itu, ia meminta kepada para pedagang yang belum terdaftar vaksinasi bisa segera mendaftarkan diri.

"Saya juga meminta kepada pedagang dan pegiat ekonomi kecil di Pasar Jaya agar tetap sabar, memastikan mereka terdata oleh sensus kita, sehingga kemudian ini bisa kita jalankan dan benar-benar kita rapikan. Saya juga meminta kepada Kemenkes dan Dinkes DKI supaya jam vaksinasi atau hari vaksinasi bisa ditoleransikan atau sedikit diperpanjang, sehingga tidak terjadi pembludakan atau pengumpulan manusia yang cukup banyak di satu tempat," urainya.

Berdasarkan pengakuan seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, masih ada beberapa orang yang memilih untuk tak ikut vaksinasi. Misalnya Reza, salah satu pedagang Pasar Tanah Abang di Blok A.

"Kalau saya pribadi nggak mau ikutan (divaksinasi). Saya dan juga banyak pedagang lainnya banyak nggak mau divaksin," kata Reza saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Sayangnya Reza tidak menjelaskan secara rinci apa alasannya menolak vaksinasi COVID-19. Dia juga tidak mengetahui pasti berapa jumlah pedagang yang menolak divaksin.

"(Alasannya menolak divaksin) nggak mau aja. Saya nggak tahu berapa (pedagang yang nggak mau divaksin), yang saya kenal sekitar gang saya Blok A," ucapnya.

Saat ditanya apakah tidak takut disanksi jika menolak vaksin COVID-19, Reza menjawab bahwa tindakan itu merupakan sebuah pemaksaan. "Emang udah ada undang-undangnya? Pemaksaan dong," tuturnya.

(vdl/ara)