RI Ajak China 'Pelototi' COVID-19 di Produk Perikanan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 22:11 WIB
KKP & Duta Besar China
Foto: KKP
Jakarta -

Pemerintah Indonesia mengajak China bekerja sama di bidang metodologi dan teknologi dalam mendeteksi keberadaan virus COVID-19 pada produk perikanan. Langkah ini sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang akan dikirim ke negara tersebut.

"Kami berharap adanya kerja sama metodologi dan teknologi yang dipakai oleh GACC (otoritas bea cukai China) dalam mendeteksi produk-produk perikanan dari COVID-19," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

Hal ini diungkapkan Trenggono saat bertemu Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian di Kantor KKP hari ini. Trenggono menjelaskan setiap produk perikanan yang akan diekspor sebenarnya sudah melalui sejumlah pengujian. Baik itu komoditasnya, pengemasannya, maupun saat pengiriman. Proses pengujian ini turut melibatkan perguruan tinggi supaya hasil yang didapat lebih akurat.

"(Oleh karenanya) kesamaan metodologi dan teknologi dalam mendeteksi virus Corona pada produk perikanan menurutnya penting. Selain untuk memastikan keamanan produk, proses perdagangan dua negara juga berjalan tanpa hambatan," ungkapnya.

Sebab, kata dia, ketika pandemi COVID-19 melanda dunia tahun lalu, China memberlakukan pengetatan pemeriksaan setiap produk perikanan yang masuk, termasuk dari Indonesia. Dari pemeriksaan ini, beberapa kali otoritas negara itu mendeteksi virus di kemasan produk perikanan Indonesia.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Trenggono juga sekaligus mengajak Pemerintah China untuk berinvestasi di sektor perikanan, khususnya di bidang infrastruktur pelabuhan.

"Mudah-mudahan pertemuan ini bisa jadi tindak-lanjut untuk kita lebih intens berkomunikasi, khususnya soal investasi dan perdagangan perikanan," ungkapnya.

Duta Besar Xiao Qian pun menyambut baik ajakan perluasan kerja sama di bidang perikanan yang ditawarkan oleh KKP. Kerja sama yang terjalin selama ini didominasi bidang budidaya dan industri pengolahan perikanan. "Semua bentuk kerja sama dari investasi tentunya bisa dilakukan," urainya.

Pihaknya juga akan meneruskan ke otoritas terkait permintaan kerja sama KKP tentang metodologi dan teknologi yang dipakai untuk mendeteksi virus penyebab COVID-19 pada produk perikanan.

Diketahui, China merupakan mitra dagang potensial Indonesia khususnya di bidang perikanan. Sebagai importir terbesar, negara tersebut mampu menyerap lebih dari 422 ribu ton produk perikanan Indonesia, di mana komoditas paling diminati adalah cumi-sotong-gurita dan rumput laut. Namun untuk nilai ekspor, Amerika Serikat berada di posisi pertama.

(ncm/hns)