KPPU Mulai Deteksi Penyebab Melonjaknya Harga Gula
Selasa, 14 Feb 2006 15:49 WIB
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada Selasa ini (14/2/2006) melakukan public hearing kepada semua pihak yang terkait dengan harga dan produksi gula untuk mencari tahu penyebab melonjaknya harga gula saat ini.Public hearing ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan gula dalam negeri, yang dikabarkan telah terjadi praktek kartel oleh distributor gula yang disebut DPR dengan 6 samurai gula.Dengar pendapat yang dilakukan ini dengan mengundang pewakilan dari anggota DPR Komisi VI, petani tebu, impotir terdaftar, pedagang gula, Departemen Perdagangan yang dipimpin oleh Ketua KPPU Syamsul Maarif di Hotel Alila, Jalan Pecenongan, Jakarta, Selasa (14/2/2006). Menurut Syamsul, hasil forum ini akan dijadikan dasar bagi KPPU untuk pembahasan dalam rapat komisi, dalam melakukan penilaian ada atau tidaknya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Jika informasi itu sudah jelas, maka KPPU akan memproses dengan tata cara penyampaian laporan dan penanganan dugaan pelanggaran terhadap UU No 5 tahun 1999 tentang praktek usaha tidak sehat.Anggota KPPU Faisal Basri mengatakan, alasan dilakukan public hearing ini karena harga gula sudah melampaui harga patokan di beberapa daerah. Bahkan menurutnya, ada daerah yang harga gulanya sudah tembus Rp 10 ribu per kilogram. Padahal patokan harga gula oleh pemerintah untuk Jawa Rp 6.000/kg dan luar Jawa Rp 6.200/kg. Kenyataannya, ungkap Faisal, pasokan gula banyak karena hasil giling tahun lalu cukup melimpah 2,4 juta ton. "Saya jadi bertanya kemana larinya itu semua," tanya Faisal.Mengenai kemungkinan adany kartel, Faisal mengaku, tidak mau buru-buru menyimpulkannya. "Istilah tepatnya mencoaba mempengaruhi harga dengan membuat pasokan gula hanya terkonsentrasi di Jawa dan Lampung," tutur Faisal. Namun Faisal juga tidak menampik, kenaikan harga gula internasional yang kini mencapai US$ 450 per ton mempengaruhi harga gula lokal. Pasalnya, kenaikan harga gula internasional juga dipicu oleh negara produsen gula seperti Brazil yang karena harga minyak tinggi, mulai mengembangkan energi alternatif biodiesel dari tebu.
(ir/)











































