Pengumuman! Pegawai Hotel-Restoran Dapat Vaksin Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 08:30 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah akan menyediakan vaksin Corona (COVID-19) untuk para pekerja di sektor pariwisata. Pekerja yang akan divaksinasi antara lain pegawai sub-sektor hotel dan restoran. Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), 121.485 pegawai hotel dan restoran akan divaksinasi.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, sebenarnya jumlah pegawai hotel dan restoran di seluruh Indonesia ada sekitar 972.000 orang. Namun, karena ada keterbatasan waktu mendata, maka hanya terkumpul data 121.485 pegawai yang akan divaksinasi.

"Sebenarnya target jumlah tenaga kerja yang kami miliki datanya antara hotel dan restoran sekitar 972.000. Jadi kami hanya dapat mengumpulkan 103.256 dan kemudian pada saat adjustment, ada 17 wilayah yang dilakukan adjustment oleh Kemenkes, diputuskan, sehingga ditambahkan lagi menjadi 18.229 sehingga menjadi 121.485 tenaga kerja yang akan menerima vaksin COVID-19 nantinya, dari 1.549 perusahaan yang ada di seluruh Indonesia," kata Maulana dalam dialog virtual KPC-PEN, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, sebagian besar pegawai hotel dan restoran antusias untuk divaksinasi. Sementara itu, hanya sebagian kecil yang masih enggan untuk disuntik vaksin Corona.

"Ada beberapa daerah yang kami temukan sebenarnya masih ada persepsi yang mungkin kurang informasi yang cukup baik, sehingga ada yang merasa khawatir. Namun lebih banyak yang antusiasme sekali, sehingga kami dalam mengumpulkan data sedikit kewalahan," tutur dia.

Sayangnya, masih banyak pegawai yang belum terdaftar dan berharap untuk diberikan kuota vaksin Corona oleh pemerintah. Oleh karena itu, Maulana berharap pemerintah akan membuka vaksinasi gelombang berikutnya untuk pegawai hotel dan restoran.

"Sebenarnya yang mengantre itu masih banyak, dan mereka masih berharap adanya gelombang kedua. Jadi sangat antusiasme, memang ini harapan kami di sektor pariwisata agar kami dapat diberikan vaksin dan dapat bergerak kembali. Karena sudah hampir 12 COVID-19 ada di Indonesia, dan kami sulit untuk beroperasi," tandasnya.

(vdl/hns)