KPPU Kecewa Data Gula Importir
Selasa, 14 Feb 2006 22:17 WIB
Jakarta - Ketua Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syamsul Maarif kekecewaannya terhadap data stok gula yang disampaikan para importir gula. Karena itulah KPPU akan turun ke lapangan untuk investigasi."Saya masih belum puas dan harus diadakan penyelidikan lagi ke lapangan karena dari sini tidak terungkap apapun," kata Syamsul Maarif saat meninggalkan acara public hearing di hotel Alila Jl. Pecenongan Jakarta, Selasa (14/2/2006).Dirinya membenarkan dalam SK Menperindag No 527 tentang pergulaan nasional, petani diuntungkan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing tapi masih belum jelas siapa yang diuntungkan petani atau non petani."Ada disparitas harga yang tinggi dengan biaya produksi di bawah Rp 4.000 sedangkan patokan harga gula Rp 6.000, jadi siapa yang diuntungkan jangan sampai tata niaga gula menguntungkan segelintir kelompok," terang Syamsul. "Mesti ada something wrong yang dari forum ini tak terungkap, masa stok cukup sampai April tapi harga bergejolak. KPPU tak bisa berbuat apa-apa kalau teman-teman tak mau terbuka. Kami akan cek kebenaran data-data yang disampaikan," keluh Syamsul.Sementara itu anggota KPPU Faisal Basri menyayangkan para pedagang gula yang tidak bersedia datang dan tak mau menyampaikan data-datanya."Tadi terungkap produsen dan petani sudah tak pegang stok artinya stok di tangan pedagang, kita perlu tahu pedagang mana yang pegang stok besar, tapi kita tak diberi datanya," kata Faisal.Berikut data stok gula yang disampaikan oleh empat importir terdaftar yakni PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, dan PT RNI.PTPN IX stok di gudang 24.500 ton terdiri 2.500 ton milik PTPN IX, dengan 22.000 ton sudah dijual kepada pedagang. tapi masih disimpan di gudang. Produksi gula sekali giling mencapai 80.000 ton. Dengan jatah impor 43.000 ton. Sebanyak 20.000 ton gula impor sudah masuk gudang, 11.000 ton sudah dilepas kepada pedagang, dan sisanya sebanyak 23.000 ton akan datang Bulan Maret.PTPN X, produksi 403.000 ton milik pabrik gula 140 ribu ton sebagian besar sudah dijual ke pedagang sisanya yang belum terjual 18500 ton. Dengan jatah impor 46 ribu ton, Sebanyak 20.000 ton gula impor sudah masuk gudang. 11.000 ton sudah dilepas kepada pedagang.PTPN XI, produksi sebanyak 410.000 ton milik pabrik gula 254.000 yang masih digudang 90.000 milik pabrik gula 8.000 sisanya milik pedagang. Dengan jatah impor 53.500 ton. Sebanyak 52.500 ton gula impor sudah masuk gudang dan sudah didistribusikan sehingga tersisa di gudang 30.500 ton. PT. RNI(Rajawali Nusantara Indonesia) produksi 280.00 ton dengan perincian 130.000 milik pabrik gula dan 150.000 ton milik petani. Sekitar 48.000 ton masih menumpuk di gudang. Dari sebanyak 47.000 ton gula impor, baru datang 41.000 ton.
(ddn/)











































