ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Ramai-ramai Bahas Gaji Rp 250 Juta, Apa Pekerjaannya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 11:15 WIB
Malaysian Girl wearing hijab, rejoicing her first salary and counting cash, woman money
Ilustrasi/Foto: Getty Images/GCShutter
Jakarta -

Pada awal pekan ini, dunia maya kembali bikin heboh karena netizen ramai-ramai membahas soal gaji Rp 250 juta per bulan. Sebagian warganet juga mempertanyakan mengenai pekerjaan atau profesi apa yang bisa menghasilkan seperempat miliar itu.

Sebagian pihak menilai ada pekerjaan yang bisa menghasilkan gaji hingga Rp 250 juta per bulan. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan penghasilan itu bisa didapat oleh para pengacara hingga manajer di sebuah perusahaan properti besar.

"Pekerjaan yang punya gaji sebesar itu ada beberapa kategori. Konten kreator/influencer digital, pengacara, digital marketing/developer/profesi berkaitan IT ekonomi digital, manajer di perusahaan properti raksasa, CEO perusahaan startup yang statusnya unicorn/decacorn," kata Bhima kepada detikcom, Senin (15/2/2021).

Meski begitu, Bhima menjelaskan untuk bisa memiliki profesi yang berpenghasilan Rp 250 juta butuh modal yang besar. Misalnya untuk jadi influencer butuh modal followers yang banyak dan harus terkenal, hingga jadi pengacara butuh modal pendidikan yang tinggi.

"Sebagian besar pekerjaan tadi butuh modal besar, misalnya terlahir sebagai anak artis, atau sebelumnya jadi artis yang punya banyak followers. Soal pendidikan juga penting karena beberapa profesi bergaji super butuh pendidikan yang tinggi, dan itu juga butuh modal besar," ucapnya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menambahkan profesi lainnya yang bisa menghasilkan gaji Rp 250 juta per bulan adalah berbisnis di sektor energi atau pertambangan, bisnis properti, bisnis multi-level marketing (MLM), hingga bisnis agen asuransi.

"Dengan gaji segitu kira-kira yang memungkinkan posisinya atau pekerjaannya misalnya kayak CEO atau bos-bos, owner perusahaan-perusahaan mineral atau pertambangan, energi seperti itu bukan hal yang aneh. Bisnis MLM, bisnis properti, bisnis agen asuransi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau mereka bisa mencapainya di usia milenial," tuturnya.

Andy menjelaskan penghasilan atau gaji Rp 250 juta per bulan sulit didapat di usia milenial jika pekerjaannya sebagai karyawan. Pasalnya, untuk sampai pada level penghasilan itu harus menduduki posisi sebagai direksi atau senior manajer.

"Kalau bekerja sebagai karyawan di usia milenial income-nya sedemikian besar pastinya rada susah karena harus nembus level direksi atau senior manajer. Yang usianya masih usia milenial mungkin belum tentu ada 1 di antara 100 orang," jelasnya.

(hek/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT