Mengenal eFishery, Startup 'Robot' yang Bantu Nelayan Budi Daya Ikan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 21 Feb 2021 11:30 WIB
eFishery
Foto: Sudirman Wamad
Jakarta -

Indonesia memiliki startup yang bergerak di sektor perikanan. Menariknya, startup ini membantu meningkatkan produktivitas budidaya ikan dengan bantuan 'robot'.

Startup itu bernama eFishery. Dengan startup ini, produktivitas budidaya ikan meningkat dengan cara mengatur pakan pada ikan.

Komisaris eFishery Aldi Haryopratomo mengatakan, 70% atau mayoritas dari biaya budidaya adalah pakan. Sementara, mayoritas pemberian pakan saat ini dilakukan dengan manual atau disebar.

Melalui eFishery, dia mengatakan, pakan diberikan pada saat yang tepat berdasarkan data yang dikumpulkan.

"Si eFishery melihat kalau pakan itu diberikan saat yang tepat dengan menggunakan data, dengan menggunakan gerakan ikan dan sensornya bisa melihat kapan ikan itu butuh makan, kaya manusialah. Tapi ikan nggak bisa ngomong, siapa yang mau nanya 'sudah lapar belum?'," katanya kepada detikcom, Jumat (19/2/2021).

"Kalau di sini robot ini mendeteksi dengan data, data itu diolah sehingga feeder ini ada alat tabung, bisa diisi pakan, dia akan mengeluarkan makanan tersebar di kolam tersebut," sambungnya.

Dia mengatakan, sistem ini memberikan manfaat berupa penghematan biaya pakan karena pemberian pakan diatur. Kemudian, air tidak kotor karena sisa pakan yang mengendap. Imbasnya, risiko ikan mati pun berkurang.

"Manfaatnya apa, pertama, jumlah pakan pasti lebih hemat, jadi pembudidaya biayanya berkurang. Kedua kemarin kata Pak William saya kunjungi juga, makanannya lebih merata tersebarnya daripada kalau manual, nggak ada yang mengendap. Airnya lebih sehat, yang mati lebih sedikit. Kemarin di tempat itu adalah 15% berkurang ikan yang mati karena berebut makanan," paparnya.

Lalu, berat ikan juga lebih merata karena penyebaran pakan yang merata juga. Tak sampai di situ, eFishery juga mendekatkan atau membukakan akses pembiayaan kepada pembudidaya ikan.

"Ada lagi, berikutnya kita juga punya program masalah pembiayaan. Jadi kebanyakan pembudidaya ini sulit mendapatkan pembiayaan karena kan tidak punya data. Kalau saya di GoPay suka bilang 'Kita harus membuka tabir dari usaha mikro ini'. Dengan eFishery itu dengan data kita memberikan akses pinjaman, jadi kita connect-kan ke bank, perusahaan pembiayaan, sehingga mereka bisa mendapatkan pinjaman untuk membeli pakan," ujar mantan CEO GoPay tersebut.

(acd/zlf)