PDB RI Tumbuh 5,6% Tahun 2005
Rabu, 15 Feb 2006 14:34 WIB
Jakarta - Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama tahun 2005 tumbuh sebesar 5,60 persen. Hampir semua sektor ekonomi tumbuh, dan pertumbuhan tertinggi dicatat oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 12,97 persen.Peringkat pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,59 persen, dan sektor bangunan 7,34 persen. Demikian data yang dirilis BPS, Rabu (15/2/2006).Kepala BPS Choiril Maksum mengatakan, secara rata-rata setiap 1 persen kenaikan PDB akan mengurangi sekitar 397 ribu pengangguran. Saat ini banyak industri yang menerapkan capital intensive daripada labour intensive sehingga penyerapan tenaga kerja untuk saat ini semakin turun. Perekonomian Indonesia tahun 2005 yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 2.729,7 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 1.749,5 triliun.Khusus untuk pertumbuhan PDB triwulan IV tahun 2005 dibandingkan dengan PDB triwulan III tahun 2005 (q to q) turun 2,18 persen. Sementara PDB triwulan III dibanding triwulan II meningkat sebesar 3,05 persen, dan PDB triwulan II terhadap triwulan I meningkat sebesar 1,69 persen.Selanjutnya, perbandingan PDB riil triwulanan tahun 2005 dengan triwulan yang sama tahun 2004 (year-on-year) menunjukkan laju pertumbuhan triwulan IV mencapai 4,90 persen, triwulan III 5,63 persen, triwulan II sebesar 5,63 persen, dan triwulan I 6,25 persen.Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 3,95 persen, konsumsi pemerintah sebesar 8,06 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 9,93 persen, kemudian ekspor sebesar 8,60 persen. Selain itu dipengaruhi juga oleh pertumbuhan impor sebesar 12,35 persen.Ditinjau dari sisi penggunaan, sebagian besar PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 65,41 persen, konsumsi pemerintah 8,24 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 21,97 persen serta ekspor 33,54 persen dan impor sebesar 29,21 persen.PDB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 mencapai Rp 12.450,7 ribu. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2004 yang sebesar Rp 10.453,4 ribu. Kemudian PNB per-kapita tahun 2005 sebesar Rp 12.061,4 ribu yang juga meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.PDB lebih banyak diciptakan di Kawasan Barat Indonesia (KBI) (sekitar 83%) dari pada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) (17%). Di KBI sendiri, propinsi-propinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan 3 propinsi yang memberikan kontribusi terbesar kepada PDB Indonesia. Sedangkan di KTI, propinsi-propinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua merupakan 3 propinsi yang memberikan kontribusi terbesar (dengan porsi lebih kecil) kepada PDB Indonesia.Deputi BPS bidang statistik ekonomi Slamet Sutomo mengatakan, kecenderungan pengusaha saat ini lebih senang bertransaksi di sektor finansial, bukan sektor riil. Hal ini dikarenakan transaksi finansial sangat mudah yakni cukup dengan menanamkan modal di tabungan atau bermain saham sudah mendapat keuntungan.
(qom/)











































