Pengusaha Diminta Kompak Lawan Pungli

Pengusaha Diminta Kompak Lawan Pungli

- detikFinance
Jumat, 17 Feb 2006 17:21 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyerukan pengusaha untuk bersatu melakukan perlawanan terhadap pungutan liar (pungli) yang telah menyebabkan ekonomi biaya tinggi.Sebelumnya, pengusaha justru menuding Fahmi tidak sensitif terhadap masalah ekonomi biaya tinggi. "Pungli harus dilawan, saya katakan itu karena ketika saya jadi pengusaha saya lawan dan berhasil," kata Fahmi saat berdialog dengan pengusaha Kadin, di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/2/2006).Menurut Fahmi, situasi untuk melawan pungli sangat terbuka lebar denganadanya Komsisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Timtas Tipikor yang bisa untuk membuka kasus pungli ini."Kenapa tidak berani melawan, kalau takut malah nggrudel, ck..ck.. payah juga, kan bisa bersatu lawan atas nama organisasi, kan jadi tercipta tuh posisisaling terancam" kata Fahmi dengan berapi-api.Menanggapi keluhan pengusaha tentang peraturan daerah (Perda), Fahmi mengakui, hal itu memang menciptakan gangguan ekonomi yang merupakan imbas dari penerapan otonomi daerah. Daerah, tutur Fahmi, mengeluarkan Perda, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan ada daerah tertentu yang butuh pemasukan dengan melakukan pungutan daerah. Namun menurut Fahmi, saat ini sudah ada 600 Perda yang dicabut demi perkembangan ekonomi."Kita semua bertekad lawan pungli, kita semua mesti kerjain oknum ini, mesti dilaporkan bersama-sama agar tak merugikan lagi, intinya semua berpulang kepengusaha," tegas Fahmi.Fahmi juga menyindir perlaku pengusaha dalam menghadapi petugas pajak yang melalui jalan damai."Kalau pajak cengli aja, lalu siapa yang mulai mengancam dengan ajak berundingitu juga biaya ekonomi tinggi, kalau mau tekan ekonomi biaya ya bersama-sama untuk ciptakan Indonesia inkorporasi," sindir Fahmi. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads