Pertamina Ngotot Operatorship Blok Cepu Dikelola Bergantian
Senin, 20 Feb 2006 17:24 WIB
Jakarta - Keinginan Wapres Jusuf Kalla agar Blok Cepu segera beroperasi tampaknya semakin bak pungguk merindukan bulan. Pertamina ingin pengendali utama operasi (operatorship) Blok Cepu dilakukan secara bergantian dengan ExxonMobil setiap lima tahun. Padahal keinginan tersebut sebelumnya telah ditolak oleh partner Pertamina di Blok Cepu yakni ExxonMobil. Perusahaan asal AS tersebut berdalih pengelolaan secara bergantian justru akan mengganggu operasional Blok Cepu. "Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden RI sebelumnya, karena pada awalnya Pertamina mengajukan opsi untuk bertindak selaku pengendali utama operasi Blok Cepu selama masa pengelolaan lapangan 30 tahun," ujar juru bicara Pertamina, M Harun dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (20/2/2006).Namun menurut Harun, Pertamina telah mengajukan opsi untuk mempercepat proses penandatanganan Joint Operation Agreement (JOA). JOA sendiri saat ini telah memasuki babak akhir dengan menyisakan tiga isu utama yang telah mendekati titik temu untuk penyelesaian akhir. Ketiga isu utama tersebut meliputi opsi operatorship, masalah sunk cost (biaya-biaya yang telah dikeluarkan) dan masalah kompensasi. "Ketiga masalah ini memang cukup alot dalam pembicaraan sebelumnya mengingat pesan utama yang diamanatkan oleh Pemerintah kepada Pertamina untuk memaksimalkan kepentingan nasional," kilah Harun. Harun menambahkan, untuk Joint Operation, Pertamina maupun ExxonMobil telah sepakat untuk melibatkan tenaga ahlinya secara bersama-sama di semua level organisasi dengan mekanisme pengawasan secara transparan.Mengenai opsi pengelolaan secara bergantian tiap lima tahun, Harun mengaku Pertamina sebagai BUMN ingin diberi kesempatan untuk tumbuh. Alasan kedua karena secara historical Blok Cepu merupakan Wilayah Kerja Pertamina (WKP) Pertamina. Ketiga adalah biaya investasi dan operasi pengelolaan Blok Cepu akan lebih ekonomis bila kendali utama operasi dipegang oleh Pertamina."Hal disebabkan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara biaya yang dikeluarkan ExxonMobil dengan Pertamina pada standar operasi yang sama," tambah Harun. Keempat, pengembangan Blok Cepu erat kaitannya dengan pengembangan kredibilitas Pertamina selaku perusahaan minyak nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan industri migas di Indonesia.
(qom/)











































