RI Mau Bangun Tempat Peluncuran Roket, Sudah Ada Investornya?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 13:16 WIB
Roket PSLV-C34 milik India meluncur membawa 20 satelit termasuk satelit LAPAN A-3/IPB
Ilustrasi/Foto: ARUN SANKAR/AFP/Getty Images
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia menyiapkan dua lokasi di Indonesia bagian timur untuk menjadi bandara antariksa alias tempat peluncuran roket. Dua wilayah tersebut adalah Morotai di Maluku Utara dan Biak di Papua.

Namun, lokasinya semakin mengerucut ke Biak. Seperti yang diutarakan oleh Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin 2019 lalu, Biak sudah sejak tahun 1980-an ingin dijadikan sebagai tempat bandara antariksa.

Apakah sudah ada investor yang berminat mendanai proyek tersebut? Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pun memberi sinyal positif mengenai itu.

"Kalau cerita-cerita informal dan formal ada, tapi belum untuk saya sampaikan ke depan publik," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

Bahlil meminta waktu untuk membereskan hal tersebut. Untuk detail lokasi proyeknya, mantan Ketua Hipmi itu juga belum bersedia menjawab.

"Mohon kasih kami waktu biar kami clear-kan dulu, tapi kalau ditanya di mana? itu memang potensinya di wilayah timur, lokasinya di mana? Belum bisa juga kami sampaikan. Tapi bahwa ada potensi, iya, potensi itu ada," tambahnya.

Sebagai informasi, sebelum terpilih Biak, pulau-pulau lain yang pernah menjadi kandidat sebagai tempat bandara antariksa adalah Morotai, Enggano, dan Nias. Namun dibandingkan tiga pulau lainnya, Biak yang dinilai paling strategis dan menguntungkan.

Secara detail geografis, Biak terletak pada titik koordinat 0º55′-1º27′ Lintang Selatan (LS) dan 134º47′-136º48 Bujur Timur (BT). Posisi tersebut, sangat baik sebagai tempat peluncuran Roket Peluncur Satelit (RPS) ke Geostationary Earth Orbit (GEO) dan berdampak positif pada penghematan penggunaan bahan bakar roket ketika peluncuran.

"Kalau dekat ekuator, peluncuran untuk membawa satelit bisa ke berbagai arah, jadi bisa arah polar, dan yang jarang bisa dilakukan itu arah ekuatorial. Dan kalau diluncurkan dari ekuator akan lebih murah biayanya karena tidak perlu ada manuver untuk mengubah orbitnya," jelas Kepala LAPAN dalam wawancara Blak-blakan detikcom 2019 lalu.

Simak juga video 'Video Penampakan Planet Mars oleh Rover Perseverance':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)