Gerakan Penyelamat Blok Cepu Bela Pertamina
Kamis, 23 Feb 2006 14:36 WIB
Jakarta - Kalangan DPR, DPD, serikat pekerja dan mahasiswa membentuk Gerakan Penyelamat Blok Cepu yang akan mendukung Pertamina untuk menggarap ladang minyak Cepu.Gerakan ini menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak mempercayai bangsanya sendiri jika memlih ExxonMobil Oil Indonesia sebagai operator blok Cepu. "Mental-mental inlander (terjajah) inilah yang harus dihilangkan dari diri pejabat-pejabat pemerintah yang tidak mau bangsa ini maju," kata pengamat ekonomi Fadhil Hasan, salah satu penggagas gerakan ini.Hal itu diungkapkan Fadhil dalam jumpa pers bersama di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/2/2006). Gerakan ini dimotori antara lain oleh anggota DPD Marwan Batubara, Drajad Wibowo dan Sri Edhi Swasono.Gerakan ini menyesalkan sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro yang seolah meremehkan Pertamina. Purnomo mengatakan, ada tiga pertimbangan dalam menentukan operator Blok Cepu seperti kemampuan dana, tingkat efisiensi dan pengusaan teknologi. Peryataan ini dinilai sebagai akal-akalan untuk menjatuhkan pilihan ke Exxon, tanpa mengindahkan amanat konstitusi, harga diri dan misi pemerintah membesarkan Pertamina."Pertamina memiliki kemampuan untuk blok Cepu karena pernah melakukan eksplorasi di dalam dan luar negeri, terlebih lagi blok Cepu terletak di daratan yang eksplorasinya tidak begitu susah," ujar Fadhil.Exxon, ungkap Fadhil, harusnya berterimakasih kepada Indonesia karena proyek Technical Assistant Contract (TAC) yang akan selesai tahun 2010 diperpanjang menjadi TAC plus karena tekanan asing dan kolusi pejabat korup.
(ir/)











































