Boediono: Defisit APBN 2006 Akan Lampaui Target
Kamis, 23 Feb 2006 16:23 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui bahwa realisasi defisit pada tahun 2006 akan melampaui target sebesar 0,7 persen. Hal itu disebabkan karena adanya luncuran proyek tahun 2005 yang akan direalisasikan pada tahun 2006 dan membutuhkan dana sekitar Rp 12 triliun."Ini kan ada luncuran tahun ini yang jumlahnya cukup besar Rp 12 triliun, itu saja sudah otomatis meningkat dari yang sebelumnya di APBN," ujar Boediono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (23/2/2006).Namun Boediono mengaku angka kenaikan defisit memang tidak dapat dipastikan, karena perhitungan-perhitungan untuk pembiayaan dan pengeluaran terus bergerak. "Kan bergerak semua, penerimaan bergerak, pengeluaran juga bergerak. Jadi realisasinya beneran di akhir tahun," ujarnya. Mengenai tingkat inflasi, Boediono mengatakan bahwa hingga Oktober tahun 2006 diperkirakan masih mencapai 10 persen. "Saya katakan itu tergantung hitungannya pakai apa. Kalau secara year on year sampai oktober akan sampai 10 persen," ujarnya.Dalam review-nya, IMF memrediksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2006 mencapai 4,5-5 persen. IMF juga menekankan perlunya komunikasi yang jelas dari otoritas moneter kepada publik dalam rangka mengefektifkan kebijakan moneternya dan meningkatkan kredibilitas kebijakan. Atas rekomendasi IMF itu, Boediono mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). "Kita akan koordinasi lebih erat lagi setiap bulannya di awal bulan. Di minggu pertama kita selalu ada pertemuan. Ini akan kita manfaatkan, bahkan kalau perlu pertemuan akan lebih sering lagi," tandasnya.
(qom/)











































