Terlalu Pesimistis
RI Tak Peduli Proyeksi IMF
Jumat, 24 Feb 2006 13:46 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) dinilai memberi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang pesimistis. Namun pemerintah yakin proyeksi itu tidak akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia."Tidak akan ada pengaruhnya, tetapi ini kan berarti ada konsumsi ke publik yang tidak pas," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (24/2/2006).Untuk itu, pemerintah akan berdiskusi dengan IMF atas hasil kajian tersebut. Menurut Paskah, program IMF sekarang ini berbeda sifatnya, yakni lebih ke arah dialog, bukan ke monitoring."Sudah ditegaskan kepada saya oleh perwakilan IMF tidak lagi post programme monitoring, tapi post programme dialogue. Untuk itu, kita akan dialog dengan IMF tentang pesimistis angka-angka besaran makro 2006," ungkapnya.Pemerintah dalam dialog tersebut akan memberi penjelasan kepada IMF mengenai asumsi makro ekonomi Indonesia tahun 2006. Paskah menegaskan, pemerintah tidak akan merevisi asumsi makro yang telah disusun, baik dalam APBN 2006 maupun rencana pemerintah jangka menengah (RPJM). Paskah tetap optimistis asumsi itu akan tercapai."Tidak akan ada revisi. Saya masih optimis, kuartal I tahun 2006 kan belum selesai. Kita lihat saja dulu," tegas Paskah.Besaran-besaran asumsi makro yang berbeda dengan IMF antara lain mengenai pertumbuhan PDB tahun 2006 yang diproyeksikan oleh IMF 4,5-5 persen, sementara angka proyeksi pemerintah 5,9-6,2 persen. Konsumsi masyarakat, IMF memrediksi pertumbuhannya 2,5 persen, sementara pemerintah 3-4 persen.Mengenai defisit, Paskah mengakui angkanya memang diperkirakan akan lebih besar, mengingat adanya program-program yang akan diluncurkan pada tahun 2006 yang nilainya hampir Rp 12 triliun. Namun besarannya akan tetap dipertahankan di bawah 1 persen.
(qom/)











































