Berkat Strawberry, Petani di Bandung Kantongi Omzet Ratusan Juta

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 11:10 WIB
Petani Strawberry Bandung - BRI
Foto: detikcom
Bandung -

Hj Aan Anita sudah sepuluh tahun lebih bergelut menjadi petani hingga pengepul strawberry dari Kampung Rancamulya, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Ia mengaku merupakan salah satu yang pertama kali menanam strawberry di desa tersebut.

Kini menurut Hj Aan banyak warga lain yang juga menanam strawberry, bahkan Desa Sukaresmi menjadi sentra Strawberry dan menggantikan Desa Alamendah yang juga masih dalam kawasan Kecamatan Rancabali.

Ia mulai merintis menjual dan mengirim strawberry ke pasar dari hasil panennya sendiri sebanyak 5 kwintal. Lalu angka pengiriman strawberry itu terus bertambah dari tahun ke tahun.

Ia juga melebarkan lahan strawberry miliknya. Lalu merekrut banyak petani untuk mengelola lahan miliknya hingga merekrut pekerja untuk bagian pengepakan dan pemasaran strawberry. Tak hanya menjual strawberry dari lahan sendiri, ia juga menampung strawberry dari petani lain.

"Saya merintis awal (jual) 5kwintal sampai nambah-nambah (strawberry dari) petani, nambah lahan kebun, pelebaran. Petani (yang ngirim) mulai dari 10 kg, ada yang banyak juga," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Petani Strawberry Bandung - BRIBerkat Strawberry, Petani di Bandung Beromzet Ratusan Juta/ Foto: detikcom

Tak hanya dari segi produksi, Hj Aan juga mengatakan pernah menanam beberapa jenis strawberry. Kini ia lebih memilih untuk menanam dan menjual strawberry jenis Calibrate. Sebab menurutnya jenis ini lebih kuat dan tahan lama dibanding jenis California, terutama karena strawberry yang dijualnya lebih banyak di luar daerah.

"Kalau di sini hampir 100% dipake jenis Calibrate. Yang agak kuat, yang California nggak cepet keluar jauh, karena kandungan airnya lebih banyak, kalau nyampe (dikirim) ke Jakarta sudah berair. Kadang yang California dicampur ke Calibrate, kena juga yang Calibrate jadi benyek," jelasnya.

Lebih lanjut ia bercerita alasan usaha strawberry menjanjikan bagi petani karena mudah ditanam dan bisa panen dalam dua hari sekali. Lalu satu bibit strawberry bisa terus dipanen dan awat selama 3-4 tahun dengan catatan perawatan yang bagus.

"Satu kali nanam bisa 3-4 tahun, kalau perawatannya bagus. Kalau udah tua dan perawatannya nggak bagus, tetap aja (harus) ganti bibit. Dua hari sekali panen, misal hari ini panen, sama ngerawat tanaman lain yang nggak panen. Besoknya kita panen (dari lahan) yang lain, tinggal kita yang nyeimbangin aja," ujarnya.

Saat ini Hj Aan dan keluarganya punya kurang lebih 10 hektare lahan strawberry yang dikelola olah 200-an petani. Dari lahan miliknya dan tambahan dari petani lain yang punya lahan sendiri, Hj Aan menyebut bisa menjual dan mengirim strawberry rata-rata 2 hingga 3 ton setiap harinya.

Petani Strawberry Bandung - BRIBerkat Strawberry, Petani di Bandung Beromzet Ratusan Juta Foto: detikcom

Ia punya sekitar 50 pegawai yang melakukan pengepakan strawberry sebelum dikirim. Adapun strawberry tersebut dikirim ke supermarket hingga pasar induk yang ada di kota-kota besar di Indonesia.

"Sehari bisa ngeluarin sekitar 2 ton yang fresh-nya, yang bagusnya. Kebanyakan (dikirim ke) Surabaya, Yogyakarta, mulai Jawa Tengah dari Semarang, Cirebon, Solo, Madiun terus sisanya ada yang ke Jakarta, pasar-pasar induk Jakarta, Kramat Jati terus Tanah Tinggi, tangerang," ujarnya.

"Keluar pulau yang sudah rutin paling Medan sama Banjarmasin. Tiap hari dikirimnya, order yang sudah rutin, dari langganan di sana sudah punya langganan juga," imbuhnya.

Menurut Hj Aan yang juga nasabah Bank BRI tersebut, harga strawberry yang paling fresh dari kebun biasanya tinggi. Sementara yang sudah lewat dari dua hari hingga tiga hari yang merupakan batas fresh strawberry, bisa lebih murah.

Sementara dari segi harga, strawberry dijual di pasaran rata-rata di range Rp 40 ribu-Rp 50 ribu per kg. Namun karena pandemi, saat ini harga strawberry bisa Rp 35 ribu. Makanya, Hj Aan menyebut sangat berharap pandemi segera berlalu agar usahanya semakin berkembang.

Dengan asumsi harga strawberry Rp 35 ribu per kg dan pengiriman 2 ton per hari, Hj Aan bisa mengantongi omzet puluhan juta per harinya atau ratusan juta per bulannya. Itu belum dipotong biaya karyawan, logistik, hingga perawatan tanaman strawberry.

Petani Strawberry Bandung - BRIBerkat Strawberry, Petani di Bandung Beromzet Ratusan Juta Foto: detikcom

Sebagai informasi, strawberry di Rancabali juga masuk dalam klaster UMKM yang dibidik dan dibina Bank BRI. Menurut Pemimpin Cabang Bank BRI Soreang, M Ruri Efendi, Bank BRI telah melakukan pembinaan terhadap UMKM unggulan yang ada di Kabupaten Bandung, salah satunya strawberry.

"BRI Cabang Soreang telah melakukan pembinaan-pembinaan terhadap sektor UMKM unggulan di Kabupaten Bandung, terutama di bidang pertanian di antaranya sektor unggulannya ada strawberry, kemudian ada juga labu acar, juga ada kopi terutama di Kabupaten Bandung ini terkenal dengan yang terdapat di pegunungan-pegunungan. Juga ada pandai besi dan sektor utama lain yang ada di Kabupaten Bandung," ujarnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

Lihat juga Video: Dari Rancabali sampai Pengalengan, untuk Kopi dan Strawberry.

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Dari Rancabali sampai Pengalengan, untuk Kopi dan Strawberry."
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)