Bangun Data Center di RI, Microsoft Bisa 'Cetak Uang' Rp 88 T

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 18:20 WIB
Logo Microsoft
Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Microsoft resmi menyatakan komitmennya untuk membangun pusat data (data center) regional di Indonesia. Investasi tersebut dinilai dapat menghasilkan pendapatan baru US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 88,77 triliun (kurs Rp 14.090/US$).

Demikian disampaikan Executive Vice President, Global Sales, Marketing and Operations Microsoft Jean-Philippe Courtois berdasarkan riset IDC dalam acara pembukaan Microsoft DevCon 2021, Kamis (25/2/2021).

"Itu adalah investasi kami yang paling signifikan dalam kurun waktu 26 tahun hadirnya kami di sini. Menurut riset IDC, investasi tersebut akan menghasilkan hingga US$ 6,3 miliar," katanya.

Perkiraan itu mempertimbangkan besarnya ekosistem pelanggan dan mitra lokal di Nusantara. Selain itu, bisnis yang mengonsumsi komputasi awan (cloud) diprediksi dapat menyumbangkan 60 ribu pekerjaan bagi ekonomi lokal selama empat tahun ke depan.

"Kami berinvestasi di Indonesia, sehingga bisnis akan memiliki akses yang lebih cepat ke layanan yang dapat dan mampu menyimpan data di seluruh negeri," ucapnya.

Kehadiran pusat data lokal dinilai akan membuat pebisnis di Indonesia memiliki akses yang lebih cepat terhadap layanan cloud yang datanya disimpan di Tanah Air. Microsoft juga berkomitmen untuk menggunakan 100% energi terbarukan atas fasilitas pusat data hingga 2025 dan menyediakan akses air bersih-sanitasi di daerah terpencil di Indonesia.

Microsoft akan membangun pusat data di beberapa wilayah. Setiap zona, nantinya memiliki satu atau lebih data center.

"Dengan lokasi fisik berbeda. Mempunyai sumber energi, pendinginan, dan jaringan mandiri untuk melindungi data Anda," kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.

Masih dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik komitmen Microsoft untuk investasi di Indonesia. Dia menilai ini bukti Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik dan dapat meningkatkan kepercayaan pengusaha di tengah pandemi COVID-19.

"Pengumuman investasi di Indonesia memberi tambahan kepercayaan di dalam kita menghadapi pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara dengan tujuan investasi yang menarik," imbuhnya.

Untuk mendukung lebih banyak perusahaan digital global berinvestasi di Indonesia, pemerintah pun menyiapkan regulasi terkait. "Kami menyiapkan kerangka ekonomi digital nasional untuk mengakselerasi perekonomian lewat ekonomi digital," ujar dia.

Tonton juga Video: Setelah Pandemi, Bill Gates Ramal Bencana di Masa Mendatang

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)