Harga Daging Sapi Mahal, Begini Penjelasan Mendag

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 21:15 WIB
Kenaikan harga daging sapi berdampak pada pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung. Meski harga daging naik, mereka tak bisa menaikan harga di pasaran.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberi penjelasan terkait tinggi harga daging sapi beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, tingginya harga daging sapi karena naiknya harga daging sapi dari Australia.

Jelasnya, kenaikan harga daging sapi di Australia dipicu kebakaran hutan di Australia yang masif tahun lalu.

"Masalah sapi dari Austalia seperti kita ketahui mereka mendapatkan bencana kebakaran hutan yang masif tahun lalu. Ini menyebabkan struktur daripada sapi hidup mereka ini terganggu. Dan ini kita bisa mengerti bahwa ini harus diperbaiki," katanya dalam teleconference, Kamis (25/2/2021).

Dia mengatakan, harga daging sapi hidup biasanya Australia US$ 2,3 hingga US$ 2,8 per kg. Saat ini harganya hampir dua kali lipatnya.

"Ini menyebabkan bahwa harga itu akan merembet secara otomatis masuk ke Indonesianya akan menjadi mahal. Jadi kalau harganya mahal ya kalau asalnya mahal sesuatu yang tidak bisa kita elakkan," katanya.

Hal ini pun sangat disayangkan. Namun, Lutfi mengatakan akan memberi penjelasan pada pasar Indonesia terhadap permasalahan tersebut.

"Dan ini memang ini sangat disayangkan tapi karena bencana alam dan kita mengerti kenaikan harga tersebut, dan saya akan menjelaskan pasar Indonesia permasalahan tersebut," ujarnya.

(acd/eds)