Mendag Diamuk Pedagang Pasar

Mendag Diamuk Pedagang Pasar

- detikFinance
Sabtu, 25 Feb 2006 13:12 WIB
Kupang - Merasa kecewa dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang menolak berdialog, para pedagang di Pasar Oeba, Kupang, NTT mengamuk. Para pedagang yang kalap ini berteriak-teriak dan sempat merangsek mendekati mobil Mari. Para pedagang marah dan mengamuk karena Mari hanya berkunjung sekitar 10 menit dan tidak mau berdialog. Menurut para pedagang, seharusnya Mari lebih banyak menyiapkan waktu untuk berdialog dengan warga guna mendengar keluhan-keluhan mereka berkaitan dengan melambungnya harga berbagai kebutuhan bahan pokok. Salah satu pedagang, John Mamo yang ditemui di pasar Oeba, Sabtu (25/2/2006) mengatakan bahwa saat ini daya beli masyarakat sangat rendah karena berbagai bahan kebutuhan pokok terus naik. "Kami ingin ketemu menteri untuk berdialog dan menyampaikan keluhan-keluhan ini, tetapi dilarang oleh stafnya dan menteri buru-buru pulang," kata John sambil menggerutu. Pria berumur sekitar 40-an tahun ini juga mengeluhkan sulitnya para pedagang mendapatkan kredit dari bank karena tidak ada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beroperasi di pasar. Selain itu, lanjut John, bunga bank sangat tinggi sehingga menyulitkan para pedagang kecil. Mendag yang dicegat oleh wartawan mengatakan, pemerintah akan berupaya menstabilkan harga beras sampai mendekati harga normal yakni Rp 4.000/kg. Operasi pasar (OP) Bulog yang menjual harga beras Rp 3.800 per kg baru akan dihentikan setelah panen. Ke depan, kata Mari, pemerintah akan berupaya melakukan subsidi beras dari daerah surplus ke daerah minus. Mengenai keluhan pedagang tentang sulitnya mendapat kredit, Mari mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mendekatkan pelayanan BPR guna membantu para pedagang kecil. Saat ditanya tentang kebijakan antar pulau ternak unggas, Mari mengatakan bahwa hingga kini pemerintah belum melarang pihak swasta untuk melakukan perdagangan antar pulau meski di banyak daerah kasus flu burung kian merebak."Yang dilakukan pemerintah saat ini baru sebatas mencegah, belum sampai melarang mengantarpulaukan unggas," katanya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads