3 fakta Puluhan Ribu Debitur Bisa Ringan Bayar Utang ke Negara

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 27 Feb 2021 10:00 WIB
kredit
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kabar baik buat para debitur khususnya yang masuk kategori kecil, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan meluncurkan crash program. Program ini memberikan keringanan maupun moratorium kepada para pembayar piutang negara.

Berdasarkan catatan DJKN, sebanyak puluhan ribu debitur berpotensi bisa memanfaatkannya. Pelaksanaan crash program ini sudah ada dalam UU APBN Tahun 2021 dan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2021 tentang penyelesaian piutang instansi pemerintah yang diurus/dikelola oleh panitia urusan piutang negara (PUPN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dengan mekanisme crash program tahun anggaran 2021.

Berikut fakta-faktanya:

1. 36.283 Debitur Bisa Ikut

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain DJKN, Lukman Effendi mengatakan sebanyak 36.283 debitur dengan nilai piutang mencapai Rp 1,17 triliun berpotensi mendapat keringanan.

"Ini potensi bukan target, karena kita tidak menargetkan, karena semakin besar semakin baik, kata Lukman dalam media briefing DJKN yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (26/2/2021).

2. Kriterianya

Crash program ini, dikatakan Lukman memberikan keringanan dan moratorium. Di mana objek yang bisa memanfaatkan program ini adalah debitur UMKM yang nilainya di bawah Rp 5 miliar, debitur KPR RS/RSS sampai dengan Rp 100 juta, dan debitur lainnya yang sampai dengan Rp 1 miliar.

"Dengan catatan piutang sudah diserahkan pengurusannya kepada PUPN paling lambat 31 Desember 2020," katanya.

Sedangkan yang moratorium, dikatakan Lukman adalah objeknya merupakan piutang yang macet karena pandemi COVID-19. Bentuk moratoriumnya pun berupa penundaan penyitaan, penundaan lelang, penundaan paksa badan. Lalu untuk jangka waktunya pemberlakuannya sampai dengan status bencana nasional dalam hal ini COVID-19 dicabut oleh pemerintah.

Fakta lainnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2