Ditentang, Investasi Miras Dianggap Tepat Demi Pariwisata

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 15:16 WIB
minuman alkohol bebas gluten
Ilustrasi/Foto: GettyImages/SeriousEat
Jakarta -

Pengamat kebijakan publik menilai tak ada yang salah atas dibukanya investasi untuk minuman beralkohol (minol) alias minuman keras (miras). Itu merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyebut hal itu bisa menjadi daya tarik bagi turis-turis asing datang ke Indonesia.

"Ini kan pemerintah mau menarik income dari sektor pariwisata. Kalau miras dilarang, itu turisnya juga pasti kurang karena turis itu datang ke suatu negara untuk santai. Dan biasanya turis negara-negara yang non muslim itu biasanya yang dicari miras," kata Agus ketika dihubungi detikcom, Senin (1/3/2021).

Terlebih hanya daerah-daerah tertentu saja yang boleh mengadakan bidang usaha miras ini, mulai dari Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua. Jumlah turis di daerah-daerah itu diyakini bakal tumbuh dengan dibukanya investasi miras.

"Kalau daerah turis katakanlah Bali, yang di Manado sana itu, itu kan daerah yang non muslim mayoritasnya, terus (miras) dilarang, ada nggak yang datang menurut Anda, turis?" sebutnya.

"Sekarang tinggal pilih mau bagaimana? Wong kita lagi mau genjot pariwisata menjadi sumber pendapatan kedua, terus nggak ada miras, (turis) nggak ada yang datang," sambung Agus.

Hal senada diungkapkan Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Menurutnya investasi miras konteksnya adalah untuk ekonomi dan pariwisata.

"Menurut saya kebijakan ini karena kaitannya menarik investasi ya sebetulnya sudah tepat. Kan logikanya itu kalau nggak ada miras kan nggak ada turis. Kan itu masalahnya, karena turis ini mendatangkan devisa," paparnya.

Dia juga menekankan bahwa investasi miras tidak dibuka di semua daerah. Daerah-daerah yang ditetapkan menurutnya selama ini sudah terbiasa dengan miras.

"Jadi, kalau secara pemikiran investasi dan ekonomi kan itu satu ya tentu positif karena mendatangkan pemasukan bagi negara. Lalu itu juga menyerap tenaga kerja. Jadi kita berpikir positif," tambahnya.

Lihat Video: Buka Rakernas, PKS Gaungkan Tolak Investasi Miras

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)